Perempuan Bersahaja Itu Telah Pergi

Ketika sang suami BJ Habibie menjabat presiden pada 13 Mei 1998-1999, Hasri Ainun Habibie tampil bersahaja. Dari penyakit tumor yang dideritanya, Ibu Ainun meninggal di Jerman.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Mei 2010, 00:49 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Hasri Ainun Habibie lahir di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937. Ia adalah anak ke-empat dari delapan bersaudara putra dari Mohammad Besari. Mereka tinggal di Jalan Ranggamalela No. 21 Bandung.

Almarhum Besari memberi makna khusus memberi nama kepada anaknya yang kini menjadi istri mantan Presiden BJ Habibie. Arti nama dari putri berbintang Leo ini yakni mata yang indah. Semasa hidup, Hasri Ainun Habibie sempat menjadi Ibu Negara ketika BJ Habibie menjabat presiden 13 Mei 1998-1999.

Keindahan mata Ibu Ainun memikat Habibie yang kemudian menikahinya pada 12 Mei 1962. Dari hasil mereka melahirkan dua anak, Yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Ibu Ainun kuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta. Beberapa tahun kemudian almarhumah bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Kebetulan waktu itu Ibu Ainun menetap di Asrama Belakang RSCM di Jalan Kimia.

Pada 24 Maret 2010, Ibu Ainun masuk Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum, Grohadern, Munchen, Jerman. Ia mengidap penyakit bronchitis dan lemah jantung. Tapi ada yang menyebutkan menderita kanker rahim dan tumor.

Semasa perawatan Ibu Ainun menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi merupakan operasi utama, sedangkan sisanya merupakan eksplorasi. Kondisi Ibu Ainun kian hari bertambah buruk. Hingga akhirnya pada 22 Mei pukul 17.30 waktu setempat di Jerman, Ibu Ainun meninggal. Selamat jalan Ibu Ainun.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya