Liputan6.com, Jakarta: Panglima separatis Gerakan Aceh Merdeka Tengku Abdullah Syafei akan dikebumikan di Desa Ceobeu Lueng Putu, Bandar Baru, Pidie, Kamis (24/1). Menurut rencana, jenazah Syafei akan dimakamkan bersama sang istri Fatima dan lima pengawalnya. Hal ini, menurut Abdullah Syafei Nyak Pue, sesuai dengan permintaan keluarga Fatima.
Menurut Nyak Pue, yang juga ayah Fatima, anaknya memang pernah berwasiat jika meninggal ingin dikebumikan di tempat kelahirannya. Sejauh ini, belum diketahui pada pukul berapa mereka akan dimakamkan. Sebab, hingga kini, Syafei masih berada di Rumah Sakit Umum Sigli. Dengan demikian, rencana memakamkan Syafei di Desa Sinebukraya, Kecamatan Pesangan, Kabupaten Bireuen, seperti diucapkan adiknya, Tengku Zakaria Ahmad berubah [baca:Hari Ini Jenazah Panglima GAM Akan Dimakamkan].
Tengku Abdullah Syafei tewas tertembak dalam sebuah insiden baku tembak antara TNI dan GAM di sebuah rumah di Desa Jin Jin, Bandar Baru, Pidie, dua hari silam [baca: Tengku Abdullah Syafei Dilaporkan Tewas]. Selain Syafei, istri dan pengawalnya tewas dalam kejadian tersebut.(KEN/Mohammad Nasir)
Menurut Nyak Pue, yang juga ayah Fatima, anaknya memang pernah berwasiat jika meninggal ingin dikebumikan di tempat kelahirannya. Sejauh ini, belum diketahui pada pukul berapa mereka akan dimakamkan. Sebab, hingga kini, Syafei masih berada di Rumah Sakit Umum Sigli. Dengan demikian, rencana memakamkan Syafei di Desa Sinebukraya, Kecamatan Pesangan, Kabupaten Bireuen, seperti diucapkan adiknya, Tengku Zakaria Ahmad berubah [baca:Hari Ini Jenazah Panglima GAM Akan Dimakamkan].
Tengku Abdullah Syafei tewas tertembak dalam sebuah insiden baku tembak antara TNI dan GAM di sebuah rumah di Desa Jin Jin, Bandar Baru, Pidie, dua hari silam [baca: Tengku Abdullah Syafei Dilaporkan Tewas]. Selain Syafei, istri dan pengawalnya tewas dalam kejadian tersebut.(KEN/Mohammad Nasir)