Berhemat, PM David Cameron Enggan Dikawal Foreder

Dala upaya melakukan penghematan anggaran guna mengatasi defisit keuangan dan perbaikan ekonomi Inggris, Perdana Menteri Baru David Cameron memutuskan enggan menggunakan jasa pengawalan polisi foreder jika berkendaraan.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Mei 2010, 14:45 WIB
Liputan6.com, London : Dala upaya melakukan penghematan anggaran guna mengatasi defisit keuangan dan perbaikan ekonomi Inggris, Perdana Menteri Baru David Cameron memutuskan enggan menggunakan jasa pengawalan polisi foreder jika berkendaraan.

Kepada media, Jumat (14/5) juru bicara Downing Street 10 mengatakan Perdana Menteri Cameron mengaku siap terjebak macet seperti halnya warga Inggris umumnya, bahkan ketika melakukan perjalanan dinas. "Namun, sang juru bicara menambahkan, ini bukan berarti Perdana Menteri dia tidak akan pernah menggunakan jasa pengawalan polisi bermotor. Prioritas keamanan juga akan menjadi pertimbangan bagi orang nomor satu di Inggris itu, imbuhnya.

Namun, mantan pejabat kepolisian Scotland Yard, Andy Hayman mengaku khawatir dengan kebijakan PM Cameron itu, maka tokoh terpenting Inggris itu rentan sasaran serangan teroris atau kelompok penculik. Hayman menilai bahwa polisi pengawal bermotor tidak saja berfungsi memperlancar laju mobil yang ditumpangi sang perdana menteri, namun juga berfungsi melindungi pejabat yang merupakan aset negara paling penting. Menurut laporan media setempat menyebutkan perdana menteri termuda di Inggris itu pernah terlihat menggunakan mobil dinas tanpa pengawalan polisi bermotor. Diperkirakan, ribuan poundsterling akan berhasil dihemat Kerajaan Inggris bila penggunaan foreder disederhanakan.

Sementara mental para pejabat di Indonesia masih alergi macet bahkan di saat hari libur ataupun menuju lokasi wisata, pejabat masih saja ingin dikawal hingga tempat tidur bak raja, seperti tujuan puncak misalnya. (BBC/ARI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya