Liputan6.com, Klaten: Evakuasi badan pesawat Garuda Boeing 737-300 GA 421 yang mendarat darurat di tepi sungai Bengawan Solo, Serenan, Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, dilakukan secara intensif, Jumat (18/01). Bangkai pesawat naas itu terpaksa dipotong-potong untuk memudahkan evakuasi.
Proses evakuasi sudah dilakukan sejak Kamis silam. Sementara untuk kepentingan penelitian sebagian bangkai pesawat yang sudah diangkut ke Lapangan Udara Adi Sucipto Yogyakarta adalah bagian kokpit pesawat. Proses evakuasi, Sabtu ini, akan dilanjutkan dengan melibatkan pasukan katak untuk menemukan satu kotak hitam Cokpit Voice Recorder (CVR). Sementara kotak hitam lainnya Flight Data Recorder (FDR) ditemukan Kamis silam [baca: Kotak Hitam Garuda Ditemukan ].
Upaya evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, evakuasi akan kesulitan membawa mesin pesawat yang memiliki bobot mati 50 ton serta badan pesawat yang sudah bergeser lima belas meter akibat derasnya arus sungai Bengawan Solo.(YYT/Wiwik Susilo dan Mardianto)
Proses evakuasi sudah dilakukan sejak Kamis silam. Sementara untuk kepentingan penelitian sebagian bangkai pesawat yang sudah diangkut ke Lapangan Udara Adi Sucipto Yogyakarta adalah bagian kokpit pesawat. Proses evakuasi, Sabtu ini, akan dilanjutkan dengan melibatkan pasukan katak untuk menemukan satu kotak hitam Cokpit Voice Recorder (CVR). Sementara kotak hitam lainnya Flight Data Recorder (FDR) ditemukan Kamis silam [baca: Kotak Hitam Garuda Ditemukan ].
Upaya evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, evakuasi akan kesulitan membawa mesin pesawat yang memiliki bobot mati 50 ton serta badan pesawat yang sudah bergeser lima belas meter akibat derasnya arus sungai Bengawan Solo.(YYT/Wiwik Susilo dan Mardianto)