Jangan Pakai Starter Elektrik untuk Hidupkan Mesin Motor

Salah satu fitur yang sangat membantu pengguna sepeda motor adalah starter elektrik.

oleh Herdi Muhardi diperbarui 04 Jan 2017, 05:17 WIB
Karena sudah terbiasa menggunakan electric starter maka fitur kick starter jarang dipakai.

Liputan6.com, Jakarta - Sepeda motor dijejali fitur untuk mempermudah pengendara. Salah satu fitur yang sangat membantu adalah starter elektrik. Tinggal kontak kunci ke on dan tarik rem sembari menekan tombol, mesin pun hidup.

Kendati demikian, banyak pemahaman yang berkembang bahwa setidaknya ketika menghidupkan motor untuk pertama kali, misalnya di pagi hari lebih baik menggunakan kick starter, tapi adapula yang berpendapat lain.

Menurut mekanik bengkel Honda Griya yang berlokasi di Menteng, Purwandi, ada baiknya menyalakan mesin menggunakan kick starter ketimbang starter elektrik.

"Apalagi motor injeksi, ibaratnya itu, kalau starter pakai starter elektrik larinya langsung ke aki. Kalau posisi motor tidak gerak (menyalakan di pagi hari), terus distarter aki tidak ngisi, alternator arusnya masih belum stabil," jelas Wandi saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (3/12/2017).

Ibarat manusia, Wandi menambahkan, mesin motor bisa kaget jika dipaksa untuk menyala. Sebab kata Wandi, saat menggunakan starter elektrik konsumsi daya dari aki cukup besar. Tak hanya itu, oli juga belum melumasi mesin secara sempurna.

"Itu sih (menyalakan dengan starter) karena buru-buru, makanya orang maunya starter. Sebenarnya tidak besar efeknya, karena resikonya itu jangka panjang, bukan sehari, dua hari. Tapi yang pasti aki akan boros tegasnya," kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya