Jeritan Hati Korban KM Zahro Expres, Di mana Ayah dan Ibu?

Ara yang sesekali mengusap air mata di pipinya itu sangat berharap, Iwan dan keluarganya ditemukan dalam kondisi hidup.

oleh Oscar Ferri diperbarui 02 Jan 2017, 16:31 WIB
Pencarian dilakukan untuk memastikan keberadaan korban yang masih dinyatakan hilang Muara Angke, Jakarta, Senin (2/1). Titik pencarian akan dilakukan di sekitar terbakarnya KM Zahro Express tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sudah dua hari terakhir AL (18), AZ (12), dan DN (8) berada di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tiga kakak adik itu tengah menunggu kepastian, apakah ayah dan ibunya selamat atau tidak dari kejadian terbakarnya KM Zahro Express.

Sementara masih ada 20 jenazah korban KM Zahro Expres yang belum teridentifikasi masih bersemayam di RS Polri.

Sabtu 31 Desember 2016 malam, pasangan suami istri Iwan Kurniawan dan Yeti‎ berangkat dari Lembang, Bandung, Jawa Barat. Mereka mengendarai mobil menuju Jakarta, tepatnya Muara Angke, Jakarta Utara.

AL, AZ, dan DN ‎juga turut dalam mobil tersebut. Keluarga kecil ini hendak pergi berlibur ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.

"Saya tahunya mereka mau liburan ke Pulau Tidung. Tahu dari group keluarga di Whatsapp. Berangkat jam 11 malam dari lembang," ujar Ara (67), ibunda Iwan di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/1/2016).

Ara bersama ketiga cucunya itu sudah dua hari ini menunggu kabar mengenai Iwan dan Yeti. Ara menjelaskan, Iwan pergi ke Tidung bersama 12 anggota keluarganya dari pihak mertua. Termasuk ketiga anaknya. Sampai saat ini, lima dari 13 ‎orang itu belum ditemukan, sementara yang lain selamat dari terbakarnya KM Zahro Expres.

"Yang belum ketemu itu Iwan, Yeti, dua adiknya Yeti, sama mertuanya," kata‎ Ara.

Ara yang sesekali mengusap air mata di pipinya itu sangat berharap, Iwan dan keluarganya ditemukan dalam kondisi hidup. Sebab, dia mendapat informasi, bahwa nama Iwan tertulis sebagai korban yang selamat.

"Tapi saya sudah mutar-mutar rumah sakit, dari Pluit, RSCM, RSPAD, dan di sini tapi tidak ada," kata dia.

Meski sehat, kondisi ketiga anak Iwan dan Yeti yakni AL, AZ, dan DN ‎sampai saat ini masih terlihat shock. Mereka masih menangis, karena cemas dan belum mengetahui di mana keberadaan ayah dan ibu mereka.

Pada Minggu 1 Januari 2017, KM Zahro Expres terbakar saat dalam perjalanan menuju ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, dan menewaskan 23 orang penumpang. Selain itu, berdasarkan data terakhir, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang, dan 194 orang dinyatakan selamat.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya