Kaleidoskop 2016: Kesabaran Bawa Marquez Juara MotoGP

Marquez tampil lebih sabar sepanjang 2016 dan ini membantunya jadi juara MotoGP.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 30 Desember 2016, 08:00 WIB
Marquez gelar juara MotoGP di 2016

Liputan6.com, Jakarta - MotoGP 2016 ditandai dengan berubahnya regulasi yang membuat persaingan dalam perebutan juara bertambah ketat. Regulasi yang berubah diantaranya pembatasan pemakaian Electronic Control Unit (ECU) menjadi satu merek dan volume bensin. Lalu ban resmi MotoGP pun berubah dari semula Bridgestone menjadi Michelin.

Perubahan regulasi membuat pembalap MotoGP termasuk para jagoan seperti Marc Marquez, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo terkaget-kaget. Itu dirasakan saat para pembalap melakukan pengujian motor anyar sejak di Sepang atau Sirkuit Katalunya, Barcelona.

Perubahan paling mengagetkan yaitu hadirnya ban Michelin. Ternyata ban lansiran Prancis ini punya kekurangan pada grip roda depan. Ini membuat pembalap sering mengalami wheelie (ban terangkat) saat menikung. Beragam permasalahan pun dirasakan pembalap sehingga teknisi masing-masing tim harus putar otak untuk mengatasinya.

Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi (kiri/46), dan rider Repsol Honda, Marc Marquez, sedang beraksi pada sesi kualifikasi MotoGP Australia di Phillip Island, Sabtu (22/10/2016). (Crash)

Di sisi lain, kekurangan dari Michelin justru membuat balapan menjadi menarik. Banyak kejutan terjadi di MotoGP 2016 karena ada 9 juara berbeda sepanjang musim.

Tapi, Marquez tetap menjadi yang terunggul diantara yang lainnya. Pembalap asal Katalunya ini punya motivasi lain sepanjang mengikuti balapan di 2016. Apakah itu? Dia ingin belajar dari kesalahan di MotoGP 2015.


Konsisten

Juara dunia MotoGP 2016, Marc Marquez, hadir dalam acara malam penganugerahan FIM Gala 2016 di Berlin, Jerman, Minggu (27/11/2016). (Crash)

Satu hal yang membuat Marquez selalu unggul yaitu karena keberhasilannya merebut poin di 18 seri yang dilombakan. Dari 18 seri, Marquez hanya gagal mencetak poin satu kali. Itu terjadi saat dia gagal melanjutkan lomba di MotoGP Australia di Sirkuit Philip Island.

Marquez jauh lebih sabar ketimbang di musim-musim sebelumnya. Baby Alien, julukannya, tahu betul jika poin lebih penting dari sekadar show off dan buka gas kencang-kencang tapi malah jatuh di tengah perlombaan. Musim ini, Marquez memang tidak dominan dalam merebut podium juara.

Dia hanya menang lima kali saja yaitu di Argentina, Amerika, Jerman, Aragon dan Jepang. Namun, dia sukses merebut 12 kali podium.

Helm dengan warna dominan emas ini dibawa Marc Marquez ke podium MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Jepang, (16/10/2016), setelah memastikan gelar juara dunia MotoGP 2016. (AFP/Toshifumi Kitamura)

Lanjut Baca:

Ini jelas sangat jauh dibandingkan 2015 lalu dimana Marquez juga rebut 5 kali podium juara. Tapi, Marquez mencoreng peluang juaranya karena 6 kali gagal finis, termasuk insiden saling sikut dengan Valentino Rossi di Sirkuit Sepang November 2015 lalu."Dulu, saya menganggap setiap balapan seperti final. Ada keharusan untuk selalu menang, tapi lupakan gelar juara," ujarnya seperti dikuti Autosport."Tapi sekarang saya mulai mengerti jika setiap pekan balapan merupakan bagian kecil menuju final, ya final menjadi juara."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya