Kecanduan Main Game, Pasutri Tega Jual 3 Anak Kandung

Pasangan suami istri dari Tiongkok dengan teganya menjual ketiga anak mereka demi uang untuk mendanai kecanduan mereka bermain video game.

oleh Yulia Lisnawati diperbarui 08 Des 2016, 13:32 WIB
Pasangan suami istri dari Tiongkok dengan teganya menjual ketiga anak mereka demi uang untuk mendanai kecanduan mereka bermain video game.

Liputan6.com, Tiongkok - Hampir setiap orang suka memainkan video game, baik itu anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Sayangnya, dibalik kesenangan bermain video game ada saja kisah pilu yang terjadi pada orang-orang di sekitar gamer.

Sepasang suami istri dari Tiongkok, baru-baru ini memutuskan untuk menjual tiga anak-anak mereka untuk mendanai kecanduan mereka bermain video game.

Dilansir Viral4real, Kamis (8/12/2016), Li Lin dan Li Juan terbelit hutang sekitar 6,6 juta. Karena tak memiliki pekerjaan dan mereka harus melunasi tagihan game yang terlalu tinggi, pasutri ini memilih jalan pintas dengan menjual ketiga anak mereka seharga Rp 61 juta.

Pasangan ini awalnya saling bertemu di sebuah warung internet (warnet) pada 2007. Tak lama kemudian mereka memutuskan menjalin hubungan pacaran hingga akhirnya mengikat janji suci pernikahan.

Mereka pun akhirnya memilih hidup bersama agar mudah menghabiskan sebagian besar waktu mereka bermain video game di warnet. Parahnya, tak lama setelah anak pertama mereka lahir pada 2008 silam, mereka dengan teganya meninggalkan bayinya di rumah demi berjalan sejauh 30 km untuk bermain video game.

Untungnya, ibu Lin menemukan sebuah lembar perjanjian penjualan ketiga cucunya. Dia pun segera melaporkan kesalahan anak dan menantunya itu ke polisi. Anehnya, mereka tampaknya tidak menunjukkan penyelasan apa pun.

Saat dimintai keterangan petugas kepolisian mengapa mereka menjual anak-anak kandungnya, pasangan ini hanya menjawab, "Kami tidak ingin membesarkan mereka. Kami hanya ingin menjual mereka demi mendapatkan uang."

Kisah pasutri ini sunguh miris, kan? Mereka seharusnya merawat dan membesarkan anaknya dengan baik, bukannya membiarkannya dan tega menjual sang anak demi hal sepele. Semoga anak- anak malang itu akan mendapatkan orangtua baru yang akan memperlakukan mereka lebih baik ya.

(ul)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya