3 Cara Bantu Atasi Trauma Akibat Gempa Aceh

Psikolog klinis, Liza M. Djaprie, memberikan tipsnya untuk membantu mengatasi trauma pasca gempa Aceh.

oleh Tassa Marita Fitradayanti diperbarui 08 Des 2016, 08:00 WIB
Beberapa masyarakat yang mengalami Gempa Aceh

Liputan6.com, Jakarta Gempa Aceh masih menyisakan trauma bagi masyarakat. Trauma ini menurut psikolog klinis Liza M. Djaprie, sebenarnya hal yang wajar dan masuk dalam gangguan stres pascatrauma (PTSD), karena terjadi setelah seseorang mengalami kejadian traumatik.

Namun ada beberapa gejala yang bisa menyertainya, seperti deg-degan, keringat dingin, serta panik luar biasa ketika mengingat kejadian traumatik tersebut.

"Hal ini wajar sekali, dan biasanya berlangsung sekitar enam bulan sampai satu tahun,” ujar psikolog yang berpraktik di daerah Dharmawangsa, Jakarta, Selatan ini saat dihubungi oleh Health-Liputan6.com.

Namun menurutnya, jika trauma tersebut tidak kunjung menghilang atau mereda lebih dari jangka waktu tersebut, maka ini baru bisa dikatakan bermasalah, karena kondisi tersebut bisa berubah menjadi gangguan depresi, gangguan kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Untuk mencegah dan mengatasi trauma pasca gempa Aceh agar tidak berkembang menjadi kondisi mental yang lebih serius, Liza memberikan beberapa tipsnya, seperti:

1. Konseling

Cara pertama untuk mengatasi trauma pascagempa Aceh, bisa dengan melakukan konseling dengan ahli medis, orang yang dipercaya, atau mungkin pemuka agama.

“Ajak mereka ngobrol, kemudian sadari bahwa it’s okay kalau kalian stres, cemas, dan takut. Mereka juga bisa melakukan salat bersama atau doa bersama, karena kadang-kadang itu bisa sangat membantu,” katanya.

2. Akui emosi

Terkadang ketika mengalami trauma, seseorang sungkan untuk mengakui bahwa dirinya sedang mengalami berbagai macam emosi, seperti rasa sedih, stres, atau cemas. Namun menurut Liza, penting sekali untuk mengakui semua emosi tersebut, agar trauma lambat-laun bisa berkurang.

“Jadi misalnya kalau dia ingin menangis, ya sudah menangis saja, enggak apa-apa banget. Intinya tidak menyangkal emosi tersebut, karena semakin disangkal emosinya, maka semakin enggak sehat,” katanya.

3. Latih napas dan memahami

Saat mengalami trauma akibat gempa Aceh, Anda bisa melatih napas Anda untuk mengatasinya. Melatih napas disertai dengan pemahaman, sangat penting karena hal ini akan mengajarkan Anda untuk fokus pada masa sekarang.

“Caranya, duduk dengan relaks terlebih dahulu, tutup mata, rasakan napas Anda, fokuskan segala perhatian pada keluar masuknya udara lewat lubang hidung, nikmati setiap tarikan dan hembusan napas tersebut sambil bersyukur bahwa apapun yang terjadi, Anda masih hidup dan masih bernapas,” ujarnya.

Jika sudah melakukannya, Liza menyarankan agar Anda segera kembali melakukan aktivitas seperti biasanya, bisa juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti mendekatkan diri pada Allah atau membantu orang-orang lain yang membutuhkan bantuan di area tersebut.

“Kita harus memahami bahwa semua yang ada di dunia ini adalah titipan Allah, dan kita tidak bisa mengontrol semua yang terjadi dalam hidup kita, seperti misalnya gempa Aceh, itu kan di luar kendali kita. Jadi pas terjadi, daripada melawan, lebih baik kita jalani sama dengan ikhlas,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya