Menanti Kegarangan Timnas Indonesia di Vietnam

Timnas Indonesia wajib cetak gol atau paksakan hasil imbang saat bertandang ke Vietnam nanti.

oleh Defri Saefullah diperbarui 04 Des 2016, 12:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia memeluk Hansamu Yama Pranata (kiri) usai mencetak gol ke gawang Vietnam pada laga semifinal pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12). Indonesia unggul 2-1 atas Vietnam. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil positif didapatkan timnas Indonesia saat menang 2-1 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Sabtu (3/12/2016). Indonesia menang berkat dua gol Hansamu Yama Pranata dan Boaz Salossa.

Vietnam sempat samakan skor lewat Nguyen van Quyet. Sialnya, ini menjadi gol tandang bagi Vietnam yang jelas menguntungkan bagi negeri Paman Ho itu.

Berdasarkan aturan Piala AFF, gol tandang bisa menguntungkan Vietnam. Soalnya, tim asuhan Nguyen Huu Tang hanya butuh satu gol lagi untuk lolos ke final pada leg kedua semifinal Piala AFF 7 Desember nanti.

Tak aneh jika pelatih timnas, Alfred Ried cukup kesal dengan terjadinya gol lewat titik penalti itu. Vietnam cetak gol karena wasit menilai bek timnas, Benny Wahyudi tahan bola dengan tangan.

"Kami tahu kami harus menang di leg kedua. Saya juga yakin kita mampu bikin gol di sana. Peluang ke final masih ada," ujar Riedl dalam jumpa pers usai pertandingan.


Pelatih Timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang (kanan) memberi keterangan jelang laga semifinal leg pertama Piala AFF 2016 melawan Indonesia di Bogor, Jumat (2/12). Laga kedua tim akan digelar Stadion Pakansari, Sabtu (3/12). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kepak Sayap

Ya, timnas memang wajib mengepakkan sayap lagi seperti burung Garuda yang terbang tinggi di langit. Pada laga di Stadion Pakansari semalam, timnas mampu tampil ciamik.Timnas asuhan Alfred Riedl mampu manfaatkan kondisi bola mati dengan baik.

Timnas tak perlu mencari main imbang saat tampil di laga tandang melawan Vietnam.Seperti yang disampaikan Riedl, Timnas Indonesia harus bisa cetak gol. Dengan mencetak gol, timnas mampu menjaga peluang atau bisa saja memaksakan laga ke perpanjangan waktu.

Di laga tandang nanti, timnas pun kembali bisa memainkan dua bek tengah, Fachrudin dan Yanto Basna. Namun, melihat penampilan bagus Hansamu Yama Pranata, Riedl kini punya opsi lain untuk di lini belakang.

Hansamu Yama Pranata (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Bisa saja dia tandemkan Fachrudin dengan Hansamu Yama Pranata agar bisa membuat lini belakang timnas lebih solid. Sekaligus buka peluang cetak gol lewat bola mati.

Seperti diketahui, Hansamu cetak gol setelah manfaatkan bola mati timnas Indonesia.


Kebuasan Boaz

Untuk mendapatkan gol tandang di Vietnam nanti, timnas bisa berharap kepada Boaz Salossa. Pemain senior asal Persipura ini sudah membuktikan rajin cetak gol ke gawang Vietnam.

Satu golnya semalam membuat dia samai rekor Kurniawan Dwi Yulianto. Dia sama-sama sudah cetak tiga gol ke gawang Vietnam, sama dengan yang ditorehkan Kurus.

Lawan Vietnam semalam, Riedl kembali coba susunan pemain baru, meski adopsi formasi 4-4-2 seperti saat menghadapi timnas Thailand.

Gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly (kiri) mengejar Boaz Salossa yang mencetak gol ke gawang Vietnam pada laga semifinal pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12). Indonesia unggul 2-1. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Strategi Riedl sulit ditebak sehingga ini tentu menyulitkan Vietnam dalam menduga siapa yang dimainkan di tiap lini. Kecuali, Boaz Salossa, Stefano Lilipaly, Abduh Lestaluhu dan Andik Vermansyah yang tak pernah dirotasi.

Timnas Indonesia wajib percaya diri. Saat uji coba pun, timnas Indonesia bisa cetak dua gol di Vietnam. Jadi, mengapa sekarang tidak?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya