Sehabis Aksi Demo 212, Singapura Sorot Tajam Situasi Keamanan RI

Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura menyorot tajam situasi keamanan Indonesia yang ia cemaskan dapat meningkatkan potenis teror.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 02 Des 2016, 17:47 WIB
Foto yang diambil dari Gedung Kementerian BUMN memperlihatkan peserta demo 2 Desember memadati kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Mereka akan berkumpul dengan massa lainnya di Monas pada Aksi Damai 212. (Liputan6.com/Fery Pardolo)

Liputan6.com, Singapura - Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, Kasiviswanathan Shanmugam, mengatakan potensi serangan kaum ekstremis akan terus meningkat.

Kasiviswanathan menganalisis naiknya ancaman, disebabkan kelompok agama garis keras di Indonesia terus mendorong pemerintah untuk memenuhi semua tuntutan mereka.

Meski menyampaikan pernyataan tersebut, Kasiviswanathan tidak secara spesisfik menyebut wilayah mana yang potensi ancamannya meningkat. Apakah hanya di Singapura atau seluruh negara di Asia Tenggara.

Dia hanya mengatakan, walau Indonesia telah mengeluarkan sinyal waspada dan menangkap beberapa terduga pelaku, aksi teror kerap terjadi di Tanah Air.

"Ancaman, saya pikir akan meningkat, jika itu dibandingkan tahun lalu dan awal 2016," sebut Kasiviswanathan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/12/2016).

"Kami melihat berita makin banyak keluar dari Indonesia. Jadi setiap berita yang keluar dari Indonesia akan saya tanggapi serius, kami terus menjalin hubungan dengan mereka," ucap dia.

Bukan cuma faktor itu saja. Kasiviswanathan menekankan, berangkatnya ribuan penduduk Asia Tenggara ke wilaya perang di Suriah dan Irak, juga memperkuat dugaan tersebut.

Komentar Kasiviswanathan datang setelah ratusan ribu orang menjalankan aksi damai untuk memprotes Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama. Pria karib disapa Ahok ini diduga melakukan penistaan agama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya