Kepala Vihara: Kekerasan Muslim Rohingya Bukan Ajaran Buddha

Ia menyayangkan tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap warga muslim Rohingnya tersebut.

oleh Liputan6 diperbarui 28 Nov 2016, 08:21 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Vihara Tanah Putih Semarang Bikkhu Cattamano Thera menilai kekerasan yang dialami warga Rohingnya di Myanmar tidak selaras dengan ajaran agama Buddha.

"Agama beda dengan politik. Bicara agama, bicara baik dan buruk," kata Cattamano di Semarang, Minggu 27 November 2016, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, agama mengembangkan hal-hal yang baik, menjauhkan diri dari kekerasan dan sifat memusnahkan.

Ia menyayangkan tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap warga muslim Rohingnya tersebut.

"Ada mahkluk yang menderita, kita harus turut meringankan beban, jangan sampai kehidupan mereka tertindas," kata Bikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia tersebut.

Ia menegaskan agama Buddha mengembangkan cinta kasih.

Ia menambahkan cinta kasih dimulai dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal buruk atau tidak baik. Mengembangkan sikap luhur, kata dia, selaras dengan ajaran sang Buddha.

Ia menambahkan menebar cinta kasih dapat dimulai dari diri sendiri dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal buruk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya