Kisah Putri Diana Tolak Cinta Donald Trump dan Pilih Pria Muslim

Donald Trump rajin mengirimkan karangan bunga ke Apartemen Putri Diana di Kensington. Namun, cintanya tak terbalas.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 26 Nov 2016, 20:09 WIB

Liputan6.com, London - Mereka yang hadir malam itu mungkin masih mengingat penampilan Putri Diana yang memikat. Ia mengenakan anting-anting yang terbuat dari berlian dan mutiara, serta gaun beludru hitam dengan potongan dada rendah.

Pada Desember 1995, sekitar 900 orang-orang berpengaruh di New York berkumpul di Hilton Hotel di Manhattan, dalam jamuan makam malam yang dihargai US$ 1.000 per piring.

Kala itu, nasib menempatkan Donald Trump semeja dengan Lady Di. Istrinya kala itu, Marla Maples juga hadir.

Tentu saja, pria yang kala itu berusia 49 tahun senang bisa bertukar kata dengan sang putri -- yang malam itu duduk di antara dua tokoh yang paling dihormati di Amerika Serikat, Henry Kissinger dan Colin Powell -- jenderal bintang empat yang kemudian menjadi Menteri Luar Negeri pada masa pemerintah Presiden George W. Bush.

Dalam sambutannya jelang makan malam, Diana menyapa Trump dan sejumlah pendonor utama. Mantan istri Pangeran Charles itu sudah beberapa kali bertemu dengan taipan properti itu, meski tak mengenalnya dengan baik.

Ketika Diana bicara soal orang-orang yang membutuhkan bantuan, khususnya orangtua yang memiliki anak kecil, seorang perempuan paro baya berteriak, "Di mana anak-anakmu, Diana?," demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (26/11/2016).

Kala itu, Princess of Wales tersebut telah bercerai dengan Pangeran Charles, sejak Juli 1996.

"Di sekolah," balas Diana, yang kemudian meneruskan pidatonya. 

Trump saat itu terlihat mengangguk, setuju dengan cara Diana telah menangani situasi rumit itu.

Donald Trump: Diana Putri Sejati, Impian Setiap Orang (Reuters)

 

Tak ada hal istimewa terjadi antara Trump dan Diana malam itu. Ibu Pangeran William dan Harry itu sudah tahu reputasi Trump soal perempuan. 

Pria yang kini terpilih sebagai Presiden ke-45 AS itu bahkan menawarkan keanggotaan gratis di klub eksklusif miliknya di Florida, Mar-a-lago. Namun tawaran itu ditepis Diana.

Faktanya, justru pria yang diharap kemunculannya tak hadir. Dia adalah John F Kennedy Jr, putra dari Presiden AS John F Kennedy. Pria yang setahun lebih tua dari Lady Di itu kala itu berjuluk 'bujangan paling memenuhi syarat di dunia'.

Diana juga dekat dengan Theodore 'Teddy' Forstmann, yang juga salah satu orang terkaya di Amerika.

Dalam bukunya, The Art Of The Comeback, yang dipublikasikan pada November 1997 atau 3 bulan setelah kematian Diana, Donald Trump menuliskan pujian untuk sang putri.

"Aku tak bisa tidak mengamati bagaimana ia menggerakkan orang-orang. Ia seakan menerangi ruangan. Pesonanya. Kehadirannya. Ia adalah putri sejati -- seorang lady impian," tulis Trump.

Enam bulan setelah acara makan malam itu, Diana menerima karangan bunga berukuran besar dari Donald Trump saat merayakan ulang tahunnya yang ke-35.

Jelas Donald Trump naksir berat pada sang putri. Meski ia pernag mengatakan, perempuan yang mencapai usia 35 tahun sudah melalui masa 'checkout'.

Trump Bikin Putri Diana 'Merinding'

Baru-baru ini terkuak bahwa dua bulan setelah Diana tewas dalam kecelakaan tragis di Paris, Prancis, Trump menjadi bintang tamu dalam sebuah acara radio yang dipandu Howard Stern.

Berbeda dengan apa yang ia tulis dalam buku, pernyataan Donald Trump kala itu mengejutkan. Ia menganggap Diana sebagai target seksual potensial.

Trump membual bahwa ia sebenarnya bisa membawa Diana ke tempat tidur. "Kupikir aku bisa...Ia punya tinggi badan, kecantikan, dan kulitnya...," kata Trump seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (26/11/2016). Menurutnya, bangsawan Inggris itu punya kualitas 'supermodel'.

Apa yang dipikir Trump bisa memikat Diana ternyata tak bisa menaklukkan hati sang putri.

Saat wawancara radio itu berlangsung, Trump adalah seorang miliarder yang pernikahan mulai runtuh, namun percaya pesonanya -- ditambah dengan pundi-pundi hartanya -- bisa membeli apa saja atau menarik siapa pun.

Dua tahun kemudian, pernikahannya dengan Marla Maples berakhir. Rumah tangga pasangan tersebut hanya bertahan 6 tahun.

Menurut presenter televisi sekaligus sahabat Diana, Selina Scott, Trump membanjiri sang putri dengan buket bunga besar, masing-masing bernilai ratusan pound sterling.

Trump, menurut dia, melihat Diana sebagai 'istri idaman'. Ketika untaian mawar dan anggrek apartemennya, Lady Di justru kian khawatir. Ia merasa seolah-olah pria AS itu telah membuntutinya. "

Diana tidak melihat Trump dengan cara yang sama dia seperti pada Teddy Forstmann -- yang ia anggap sebagai sahabat. "Dia (Trump) membuatku merinding," kata Diana kepada Selina Scott. 

Scott menambahkan, sambil tertawa, Diana menceritakan bagaimana ia membuang bunga-bunga dari Trump dalam tempat sampah. 

Namun, kiriman bunga itu akhirnya berhenti. Sebagai pengusaha, Trump tahu benar, bahwa ia membuang-buang waktu secara sia-sia.

Tak hanya Trump, Forstmann pun harus gigit jari. Diana bertemu pria lain -- yang tak punya jet pribadi, uang tak seberapa, bahkan belum punya rumah sendiri. Dia adalah ahli bedah jantung dan paru-paru junior dari Brompton Hospital di London.

Diana Spencer dan Hasnat Khan (Reuters/Dominic Oneill)

 

Namanya Hasnat Khan, pria muslim asal Pakistan. Diana naksir berat pada Khan, ia bahkan rela jika harus pindah ke negara asal sang kekasih -- meski pada akhirnya sang dokter yang memutuskan hubungan mereka.  

Apapun, menarik untuk dibayangkan seandainya Donald Trump memenangkan hati Diana. Dari istri Pangeran Wales menjadi istri dari Presiden Amerika Serikat.

Namun, takdir berkata lain. Pada 31 Agustus 1997, Putri Diana tewas dalam sebuah kecelakaan mobil di terowongan Paris, Prancis bersama kekasihnya Dodi Al Fayed. 

Sementara, Hasnat Khan adalah konsultan ahli bedah jantung yang berkontribusi menyelamatkan nyawa orang di seluruh dunia.

John Kennedy Jr, yang mungkin pernah ditaksir Diana, meninggal dunia pada usia 38 dalam kecelakaan pesawat bersama dengan istrinya pada 1999.

Teddy Forstmann meninggal pada tahun 2011 dalam usia 71. Dan, Donald Trump sedang mempersiapkan diri untuk memasuki Gedung Putih pada bulan Januari 2017. Istri ketiganya, Melania, akan menjadi Ibu Negara AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya