Liputan6.com, Banyumas: Wayang adalah kesenian rakyat yang ada di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Tanah Jawa, sejak zaman dahulu kala. Masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, juga sudah mengenal wayang sejak tahun 982. Masyarakat setempat biasa menyebut dengan nama wayang gagrak.
Wayang gagrak dibawa oleh orang-orang dari Kerajaan Majapahit, yang datang melalui Sungai Serayu dan Gunung Slamet. Mereka datang karena terdesak kebudayaan Islam. Wayang gagrak adalah wayang Banyumasan yang dalam pementasannya kental dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat.
Perkembangan wayang gagrak direkam dalam Museum Wayang Sendang Mas. Banyak jenis wayang yang disimpan di museum yang berdiri sejak tahun 1982 di Desa Sudagaran, Banyumas. Menurut seorang staf museum, Widodo, Purwo adalah wayang yang pertama dipentaskan di Banyumas dengan dalang Ki Cerma asal Minganti, Kebumen, Jateng.
Selain wayang dari Banyumas, sejumlah koleksi wayang dari daerah lain, seperti Wayang Yogyakarta dan Wayang Golek dari Jawa Barat, juga disimpan di Museum Wayang Sendang Mas. Selain itu, juga terdapat perangkat gamelan Laras Slendro yang biasa dipakai untuk mengiringi pewayangan gagrak, lengger, gending Banyumas, dan keris peninggalan raja di Jawa. "Museum ini memang berfungsi sebagai sarana gelar seni dan budaya yang bernuansa Indonesia," kata Widodo.(ULF/Sugihartono dan Hudi Harto)
Wayang gagrak dibawa oleh orang-orang dari Kerajaan Majapahit, yang datang melalui Sungai Serayu dan Gunung Slamet. Mereka datang karena terdesak kebudayaan Islam. Wayang gagrak adalah wayang Banyumasan yang dalam pementasannya kental dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat.
Perkembangan wayang gagrak direkam dalam Museum Wayang Sendang Mas. Banyak jenis wayang yang disimpan di museum yang berdiri sejak tahun 1982 di Desa Sudagaran, Banyumas. Menurut seorang staf museum, Widodo, Purwo adalah wayang yang pertama dipentaskan di Banyumas dengan dalang Ki Cerma asal Minganti, Kebumen, Jateng.
Selain wayang dari Banyumas, sejumlah koleksi wayang dari daerah lain, seperti Wayang Yogyakarta dan Wayang Golek dari Jawa Barat, juga disimpan di Museum Wayang Sendang Mas. Selain itu, juga terdapat perangkat gamelan Laras Slendro yang biasa dipakai untuk mengiringi pewayangan gagrak, lengger, gending Banyumas, dan keris peninggalan raja di Jawa. "Museum ini memang berfungsi sebagai sarana gelar seni dan budaya yang bernuansa Indonesia," kata Widodo.(ULF/Sugihartono dan Hudi Harto)