Antisipasi Aksi Mogok Sopir Tangki BBM, Pertamina Libatkan TNI

Pertamina Patra Niaga telah‎ menyiapkan awak mobil tangki cadangan sesuai prosedur dalam penanganan awak mobil tangki.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 25 Okt 2016, 09:44 WIB
Petugas mengisikan distribusi BBM ke tangki kendaraan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang Jakarta,(21/5). TBBM Plumpang merupakan distributor minyak satu-satunya yang meliputi kawasan Jabodetabek dan sukabumi. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina (Persero), mengambil langkah antisipasi ancaman mogok kerja para awak mobil tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara. Awak tangki berencana menggelar mogok pada 1 November 2016 dengan mengajukan beberapa tuntutan.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Arsono Kuswardanu mengatakan, langkah antisipasi antara lain perusahaan telah‎ menyiapkan awak mobil tangki cadangan sesuai prosedur dalam penanganan awak mobil tangki.

"Termasuk menggunakan tenaga bantuan dari TNI Divisi Perbekalan dan Angkutan," kata dia di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Arsono mengaku, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan aparat Kepolisian untuk pengamanan atas kemungkinan terjadinya tindakan anarkis para pengunjuk rasa.

Langkah berikutnya adalah antisipasi alih suplai dan meningkatkan pasokan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak H-7 sampai dengan H+7.

Membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang merugikan.

Serta berupaya menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU selama masa ancaman mogok kerja awak mobil tangki.  

‎Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro memastikan distribusi BBM tidak akan‎ terganggu, karena perusahaan sudah menyiapkan tim cadangan untuk mengantar BBM ke SPBU.

"Dapat saya informasikan di saat yang sama, kami memastikan distribusi BBM tidak akan terganggu karena kami telah siapkan tim lainnya," ucap Wianda.‎

Menurut dia, penyaluran BBM‎ harus tetap berjalan dengan normal, agar aktifitas masyarakat tidak terganggu. Hal tersebut menjadi fokus pelayanan Pertamina dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

‎"Fokus utama kami adalah agar pelayanan masyarakat berjalan normal dan jangan sampai merugikan masyarakat," tutup Wianda.‎(Pew/Nrm)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya