Ketika 'Parkir Bus' MU Redam Agresivitas Liverpool

Unggul penguasaan bola hingga 65 persen, The Reds hanya dua kali mengancam gawang MU.

oleh Jonathan Pandapotan Purba diperbarui 18 Okt 2016, 12:10 WIB
Liverpool vs Manchester United (Reuters / Carl Recine)

Liputan6.com, Liverpool - Urusan mencetak gol, Liverpool adalah salah satu yang terbaik di Liga Inggris musim ini. Namun, The Reds benar-benar tak berkutik saat menghadapi strategi 'parkir bus' Manchester United.

Jordan Henderson dan kawan-kawan harus puas bermain imbang 0-0 saat menjamu Setan Merah pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Anfield, Selasa (18/10/2016) dinihari WIB. Dalam laga itu, Liverpool mampu mendominasi bola hingga 65 persen.

Namun, The Reds tak banyak menciptakan peluang bersih. Baru di babak kedua, tuan rumah memaksa kiper MU David De Gea melakukan dua penyelamatan penting.

Umpan-umpan cepat disertai kombinasi satu-dua yang musim ini jadi senjata Liverpool, tak mampu menembus pertahanan berlapis MU. Chris Smalling dan kawan-kawan tampil disiplin selama 90 menit, sambil beberapa kali melancarkan serangan balik.

Di laga ini bisa dilihat bagaimana kegeniusan Manajer MU Jose Mourinho. Sadar Liverpool punya banyak pemain supercepat, The Special One sengaja menumpuk pemainnya di belakang. Ia juga minta Daley Blind dan kawan-kawan menurunkan tempo pertandingan.

Liverpool vs Manchester United (Reuters / Phil Noble)

"Kami frustrasi. Kami tidak bermain sampai level yang kami bisa. Kami tidak menciptakan banyak peluang bersih dan kami bisa saja sedikit lebih tidak ragu-ragu," ujar Henderson seperti dikutip BBC.

"Kami tidak memulai pertandingan dengan luar biasa, tapi kami berkembang. Saya merasa kami mendominasi babak kedua, tapi tidak menciptakan peluang bersih."

"Saya tidak yakin apakah itu karena kegelisahan, tapi mungkin kami mencoba memaksakannya. Pada akhirnya kami tidak kebobolan, mereka menyerang dan kami melakukan tugas," Henderson menambahkan.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp memuji pertahanan baja MU. Di matanya, Setan Merah punya lini belakang yang sangat solid

"Pertahanan seperti itu membuat kami sulit bermain, kami kesulitan menghadapi penjagaan pada setiap pemain. Mereka lebih kuat dari kami," jelas pelatih asal Jerman ini.
Manajer Liverpool Jurgen Klopp (Reuters / Carl Recine)

Sementara itu Manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengaku permainan anak-anak asuhannya berjalan sesuai rencana. Meski hanya memiliki 35 persen dari penguasaan bola, namun pelatih asal Portugal ini mengklaim, apa yang terjadi di lapangan saat melawan Liverpool sesuai rencananya sebelum pertandingan berlangsung.  

"Itu adalah pertandingan yang kami rencanakan, kami tidak ingin mengontrol permainan dengan menguasai bola sepanjang waktu," ujar Mourinho.

"Kita tahu bahwa mereka (Liverpool) ingin menekan. Kita tahu bahwa transisi mereka ketika kehilangan bola benar-benar kuat dan tinggi, sehingga kami menyesuaikannya dengan situasi," The Special One menambahkan.
Manajer Manchester United Jose Mourinho (Reuters / Carl Recine)

Berkat hasil itu, MU menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan mengoleksi 14 poin dari delapan pertandingan.

Sementara Liverpool masih terpaku di urutan keempat klasemen dengan mengumpulkan 17 poin dari delapan laga.

Liverpool vs Manchester United (Reuters / Carl Recine

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya