Liputan6.com, Jakarta: Sengketa dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipastikan akan segera usai. Keyakinan tersebut didapat menyusul pencapaian titik temu dalam pertemuan antarkubu yang bertikai, Ketua Umum PPP Hamzah Haz dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPP Zainuddin M.Z., beberapa waktu silam. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PPP Djuhad Mahja, di Jakarta, Sabtu (29/12).
Menurut Djuhad, sengketa antara kubu Zainuddin M.Z. dan Ketua Umum PPP itu berawal dari keputusan Musyawarah Kerja Nasional II PPP. Mukernas II itu memutuskan pengunduran jadwal musyawarah partai menjadi 2004 [baca: DPW PPP Jakarta Menentang Pelaksanaan Muktamar 2004]. Da`i Sejuta Umat --julukan Zainuddin--menolak keputusan tersebut. Bahkan, dia mengancam akan mendirikan partai tandingan, PPP Reformasi, awal Januari mendatang [baca: PPP Reformasi Siap Dideklarasikan].
Djuhad mengaku, usulan pertemuan tersebut berasal dari sejumlah kiai PPP di beberapa daerah yang khawatir akan dampak perselisihan itu. Karena itu, Rabu silam, Hamzah Haz telah bertemu dengan Zainuddin. Pertemuan itu menimbulkan optimisme bahwa konflik di partai berlambang Kabah ini akan usai. Sebab, pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melaksanakan beberapa kesepakatan yang tercapai. Menurut Djuhad, solusi yang dicapai dalam pertemuan akan diumumkan pada peringatan Ulang Tahun PPP, Januari mendatang. Terbetik kabar, dalam acara itu, pengurus PPP juga akan mengumumkan beberapa jenderal TNI yang akan bergabung dengan partainya [baca: Belasan Perwira TNI Bergabung ke PPP].
Sebaliknya, Zainuddin bersikeras akan membentuk PPP Reformasi. Sebab, dalam pertemuan itu, Hamzah Haz menolak usulan percepatan jadwal Mukernas 2003. Karena itu, dia mengancam akan mengundurkan diri sebagai Ketua DPP PPP apabila hingga akhir Januari 2002 belum ada kepastian [baca: K.H. Zainuddin M.Z. Mengancam Mundur]. Menurut Zainuddin, kini dukungan pembentukan PPP Reformasi semakin mengalir dari berbagai daerah.(DEN/Fahmi Ihsan dan Eko Purwanto)
Menurut Djuhad, sengketa antara kubu Zainuddin M.Z. dan Ketua Umum PPP itu berawal dari keputusan Musyawarah Kerja Nasional II PPP. Mukernas II itu memutuskan pengunduran jadwal musyawarah partai menjadi 2004 [baca: DPW PPP Jakarta Menentang Pelaksanaan Muktamar 2004]. Da`i Sejuta Umat --julukan Zainuddin--menolak keputusan tersebut. Bahkan, dia mengancam akan mendirikan partai tandingan, PPP Reformasi, awal Januari mendatang [baca: PPP Reformasi Siap Dideklarasikan].
Djuhad mengaku, usulan pertemuan tersebut berasal dari sejumlah kiai PPP di beberapa daerah yang khawatir akan dampak perselisihan itu. Karena itu, Rabu silam, Hamzah Haz telah bertemu dengan Zainuddin. Pertemuan itu menimbulkan optimisme bahwa konflik di partai berlambang Kabah ini akan usai. Sebab, pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melaksanakan beberapa kesepakatan yang tercapai. Menurut Djuhad, solusi yang dicapai dalam pertemuan akan diumumkan pada peringatan Ulang Tahun PPP, Januari mendatang. Terbetik kabar, dalam acara itu, pengurus PPP juga akan mengumumkan beberapa jenderal TNI yang akan bergabung dengan partainya [baca: Belasan Perwira TNI Bergabung ke PPP].
Sebaliknya, Zainuddin bersikeras akan membentuk PPP Reformasi. Sebab, dalam pertemuan itu, Hamzah Haz menolak usulan percepatan jadwal Mukernas 2003. Karena itu, dia mengancam akan mengundurkan diri sebagai Ketua DPP PPP apabila hingga akhir Januari 2002 belum ada kepastian [baca: K.H. Zainuddin M.Z. Mengancam Mundur]. Menurut Zainuddin, kini dukungan pembentukan PPP Reformasi semakin mengalir dari berbagai daerah.(DEN/Fahmi Ihsan dan Eko Purwanto)