Liputan6.com, Jakarta: Duet Raja Dangdut Rhoma Irama dan Ratu Dangdut Elvy Sukaesih di Gelegar Dangdut 2002 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, 31 Desember mendatang, dianggap sebagai pemuas rindu penggemar. Soalnya, pertemuan di acara yang akan disiarkan langsung SCTV itu adalah yang pertama kali setelah 26 tahun berpisah. "Pertemuan itu atas izin Allah SWT. Karena hanya Tuhan lah yang punya kuasa," kata Elvy dalam dialog yang dipandu Tri Ambarwatie di Studio Liputan6 SCTV, Jakarta, Sabtu (29/12).
Menurut Umi --sapaan untuk Elvy, setidaknya pergelaran tersebut dapat memberikan kebahagian tersendiri buat masyarakat. Apalagi, kedua dedengkot musik yang akrab di telinga masyarakat itu akan tampil sebagus mungkin. "Pokoknya masyarakat harus menonton," kata penyanyi yang masih bertubuh sintal dan seksi itu.
Menanggapi pertanyaan mengenai penyebab perpisahan dengan Rhoma, menurut Elvy, saat itu dia sudah tak sejalan lagi dengan pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Desember 1947 itu. Pasalnya, Elvy menganggap secara hukum persoalan itu dapat menghambat karirnya. Kendati begitu, Elvy tak mau menjelaskan secara rinci duduk persoalan perpisahaan tersebut secara rinci. "Pokoknya tak bisa diteruskan," kata penyanyi yang telah menjadi seorang nenek itu. Namun, tak tertutup kemungkinan Elvy akan kembali bergabung dengan Soneta Grup milik pria yang biasa dipanggil Bang Haji itu.
Sementara itu, mengenai acara tersebut, Elvy menjelaskan, pergelaran tersebut akan menceritakan mengenai dua kerajaan yang masing-masing dipimpin oleh seorang raja dan ratu. Kerajaan yang dipimpin Ratu Sheeba yang berbeda dengan kerajaan yang dipimpin Rhoma sebagai Raja Sulaeman. Kendati berbeda, akhirnya kedua kerajaan itu dapat disatukan. "Pokoknya seru deh," kata Elvy, sembari menebarkan senyum genit.(ORS)
Menurut Umi --sapaan untuk Elvy, setidaknya pergelaran tersebut dapat memberikan kebahagian tersendiri buat masyarakat. Apalagi, kedua dedengkot musik yang akrab di telinga masyarakat itu akan tampil sebagus mungkin. "Pokoknya masyarakat harus menonton," kata penyanyi yang masih bertubuh sintal dan seksi itu.
Menanggapi pertanyaan mengenai penyebab perpisahan dengan Rhoma, menurut Elvy, saat itu dia sudah tak sejalan lagi dengan pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Desember 1947 itu. Pasalnya, Elvy menganggap secara hukum persoalan itu dapat menghambat karirnya. Kendati begitu, Elvy tak mau menjelaskan secara rinci duduk persoalan perpisahaan tersebut secara rinci. "Pokoknya tak bisa diteruskan," kata penyanyi yang telah menjadi seorang nenek itu. Namun, tak tertutup kemungkinan Elvy akan kembali bergabung dengan Soneta Grup milik pria yang biasa dipanggil Bang Haji itu.
Sementara itu, mengenai acara tersebut, Elvy menjelaskan, pergelaran tersebut akan menceritakan mengenai dua kerajaan yang masing-masing dipimpin oleh seorang raja dan ratu. Kerajaan yang dipimpin Ratu Sheeba yang berbeda dengan kerajaan yang dipimpin Rhoma sebagai Raja Sulaeman. Kendati berbeda, akhirnya kedua kerajaan itu dapat disatukan. "Pokoknya seru deh," kata Elvy, sembari menebarkan senyum genit.(ORS)