Liputan6.com, Jakarta - Kalender Musim Hujan Indonesia menjadi panduan untuk memahami kapan suatu wilayah mulai mengalami hujan lebih sering, bagaimana pola musim berkembang, dan kapan puncak musim hujan diperkirakan terjadi. Perubahan ini berkaitan dengan siklus air, pergerakan angin, kondisi atmosfer, serta faktor iklim yang memengaruhi distribusi hujan di seluruh Nusantara.
Indonesia memiliki pola musim yang beragam karena wilayahnya luas dan berada di kawasan tropis. Sebagian daerah mulai mengalami peningkatan hujan lebih awal, sedangkan daerah lainnya baru memasuki musim hujan beberapa waktu kemudian. Oleh karena itu, awal musim hujan tidak selalu terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia.
Memahami kalender musim hujan dapat membantu masyarakat merencanakan berbagai kegiatan, mulai dari perjalanan, pekerjaan luar ruangan, hingga jadwal tanam. Namun, prediksi musim perlu dibedakan dari prakiraan cuaca harian karena keduanya memiliki cakupan waktu dan tujuan yang berbeda.
Advertisement
Bagaimana Siklus Air Membawa Hujan Lebih Sering?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4276143/original/062979400_1672298964-anna-atkins-rNBaaxyeWWM-unsplash.jpg)
Siklus air merupakan proses alami yang membuat air terus bergerak dari permukaan bumi menuju atmosfer dan kembali lagi ke bumi. Proses ini berperan penting dalam pembentukan hujan, meskipun frekuensi dan intensitas hujan juga bergantung pada kondisi atmosfer.
Berikut tahapan utama dalam siklus air:
- Evaporasi: Panas matahari menyebabkan air dari laut, sungai, dan danau menguap ke atmosfer.
- Kondensasi: Uap air naik, mengalami pendinginan, lalu membentuk butiran air atau kristal es yang menjadi bagian dari awan.
- Presipitasi: Ketika butiran air atau kristal es di awan berkembang cukup besar, air dapat jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
- Infiltrasi dan aliran permukaan: Sebagian air hujan meresap ke dalam tanah, sedangkan sebagian lainnya mengalir menuju sungai, danau, dan laut.Siklus air berlangsung sepanjang tahun, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Perbedaannya terletak pada kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan dan jumlah curah hujan yang dihasilkan.
Ketika atmosfer memiliki kelembapan yang cukup dan pergerakan udara mendukung pertumbuhan awan, hujan dapat terjadi lebih sering. Kondisi inilah yang ikut menjelaskan perubahan pola hujan selama pergantian musim.
Advertisement
Pola Curah Hujan Unik di Nusantara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376064/original/097009600_1759991273-ilustrasi_hujan_2.jpg)
Indonesia memiliki tiga pola curah hujan utama yang memengaruhi distribusi dan intensitas hujan di setiap wilayah. Pola-pola ini menentukan kapan siklus air mulai membawa hujan lebih sering di daerah tertentu.
-
Pertama adalah Pola Monsun, yang dicirikan oleh perbedaan jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan pada pola ini umumnya berlangsung antara November hingga April, saat angin monsun Asia (baratan) berhembus, dengan puncaknya terjadi antara Desember hingga Februari. Sebaliknya, musim kemarau berlangsung antara Mei hingga Oktober, dipengaruhi angin monsun Australia (timuran).
-
Kedua, Pola Ekuatorial, yang wilayahnya cenderung memiliki curah hujan tinggi sepanjang tahun. Pola ini memiliki distribusi hujan bulanan bimodial dengan dua puncak musim hujan maksimum, biasanya sekitar bulan Maret dan Oktober, atau saat terjadi ekuinoks.
-
Ketiga, Pola Lokal, yang memiliki distribusi hujan bulanan berkebalikan dengan pola monsun. Wilayah dengan pola ini memiliki dua musim, namun waktu puncaknya berlawanan dengan tipe monsunal. Puncak hujan pada pola lokal ini umumnya terjadi antara Juni hingga Agustus.
Prediksi Musim Hujan 2026/2027
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345436/original/038373500_1789032279-a-a-rNBaaxyeWWM-unsplash.jpg)
Melansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur (529 ZOM; 61,08% luas daratan Indonesia) dan SAMA dengan normalnya (26 ZOM; 2,15% luas daratan Indonesia).
Aspek |
Prediksi/Kategori |
Jumlah ZOM |
Persentase Luas Daratan Indonesia |
|---|---|---|---|
|
Awal musim hujan |
Mundur dari normal |
529 |
61,08% |
|
Awal musim hujan |
Sama dengan normal |
26 |
2,15% |
|
Akumulasi curah hujan |
Normal atau mendekati rata-rata klimatologis |
510 |
69,76% |
|
Puncak musim hujan |
Desember 2026 |
155 |
36,94% |
|
Puncak musim hujan |
Januari 2027 |
162 |
25,68% |
|
Puncak musim hujan |
Februari 2027 |
190 |
16,79% |
|
Pergeseran puncak musim hujan |
Mundur dari normal |
332 |
50,76% |
|
Pergeseran puncak musim hujan |
Sama dengan normal |
275 |
39,69% |
|
Durasi musim hujan 2026/2027 |
Lebih pendek dari normal |
482 |
51,90% |
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Musim Hujan Indonesia
Kapan sebagian besar wilayah Indonesia masuk musim hujan 2026/2027?
Pada November dan Desember 2026, dimulai dari Sumatera bagian utara lalu bertahap ke wilayah lain.
Apakah awal musim hujan lebih cepat atau lebih lambat?
Lebih lambat (mundur) di sebagian besar wilayah, yakni 61,08% luas daratan Indonesia.
Kapan puncak musim hujan terjadi?
Sekitar Desember 2026 hingga Februari 2027, dan di sebagian besar wilayah juga cenderung mundur.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528400/original/078985500_1773283926-saringan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371103/original/011202700_1791757202-20261012043734.mmi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370770/original/077615700_1791690898-20261011103316.mmi.jpg)