Liputan6.com, Samarinda: Kayu Gaharu dan Ulin, kini, sudah semakin sulit ditemui di Pulau Kalimantan. Padahal, nilai ekonomis kedua jenis kayu itu sangat tinggi. Demikian diutarakan Bdas Simarangkir, pakar kehutanan dari Universitas Mulawarman, di Samarinda, Kalimantan Timur, baru-baru ini.
Simarangkir menjelaskan, kayu Gaharu dapat digunakan sebagai bahan pembuatan parfum, kosmetik, dan obat. Sebab itu, dipasaran, harga sekilo kayu yang berbentuk mirip kayu Damar itu bisa mencapai US$ 15.000. Menurut Simarangkir, harga kayu Gaharu mahal karena beberapa sebab, di antaranya kepercayaan penduduk yang menganggap kayu itu memiliki kekuatan gaib. "Lantaran itu, penduduk setempat tak berani menebang secara sembarangan," ungkap Simarangkir.
Kondisi serupa juga terjadi pada kayu Ulin. Padahal, kayu Ulin memiliki keistimewaan mampu bertahan hingga ratusan tahun. Sebab itu, kayu jenis ini kerap disebut sebagai kayu besi. Dipasaran, nilai kayu Ulin bisa mencapai jutaan rupiah.(ZAQ/Polmart Aritonang)
Simarangkir menjelaskan, kayu Gaharu dapat digunakan sebagai bahan pembuatan parfum, kosmetik, dan obat. Sebab itu, dipasaran, harga sekilo kayu yang berbentuk mirip kayu Damar itu bisa mencapai US$ 15.000. Menurut Simarangkir, harga kayu Gaharu mahal karena beberapa sebab, di antaranya kepercayaan penduduk yang menganggap kayu itu memiliki kekuatan gaib. "Lantaran itu, penduduk setempat tak berani menebang secara sembarangan," ungkap Simarangkir.
Kondisi serupa juga terjadi pada kayu Ulin. Padahal, kayu Ulin memiliki keistimewaan mampu bertahan hingga ratusan tahun. Sebab itu, kayu jenis ini kerap disebut sebagai kayu besi. Dipasaran, nilai kayu Ulin bisa mencapai jutaan rupiah.(ZAQ/Polmart Aritonang)