Liputan6.com, Serang: Banjir yang surut masih menyisakan musibah bagi petani di kecamatan Cipocok, dan Walantaka, Serang, Banten, Jum'at (29/1). Disaat petani berusaha untuk menyelamatkan tanaman padinya dari sisa-sisa genangan air, hama keong emas justru menyerang. Petani pun kini hanya bisa pasrah, karena berbagai upaya untuk membasmi keong emas ternyata tidak memberi hasil yang memuaskan.
Sejumlah petani mengaku kesal atas serangan hama keong yang terus saja menyerang area persawahan. Bahkan dalam satu malam satu petak sawah yang diserang bisa habis oleh keong emas. Bertepatan dengan musim tanam kedua kali ini, para petani pun terpaksa harus menunda menanam padi. Tahun lalu akibat serangan hama keong, dalam satu hektar sawah yang biasanya menghasilkan lima ton gabah sekali panen, hanya berproduksi dua ton.(AYB)
Sejumlah petani mengaku kesal atas serangan hama keong yang terus saja menyerang area persawahan. Bahkan dalam satu malam satu petak sawah yang diserang bisa habis oleh keong emas. Bertepatan dengan musim tanam kedua kali ini, para petani pun terpaksa harus menunda menanam padi. Tahun lalu akibat serangan hama keong, dalam satu hektar sawah yang biasanya menghasilkan lima ton gabah sekali panen, hanya berproduksi dua ton.(AYB)