Kapal Tertunda Berangkat, Penumpang Telantar dan Kelaparan

Telantar dan kelaparan di Pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon, puluhan penumpang kapal asal Namrole, Kabupaten Buru Selatan, menangis. Mereka sudah tak memiliki uang untuk bertahan hidup dan terpaksa meminta-minta ke sanak-saudara atau penumpang lainnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Januari 2010, 14:01 WIB
Liputan6.com, Ambon: Sejumlah penumpang kapal asal Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, menangis lantaran kelaparan. Mereka mengaku sudah tak memiliki uang untuk bertahan hidup sambil menunggu kapal berangkat. Untuk bertahan mereka terpaksa meminta-minta ke sanak saudara atau penumpang lainnya.

Mereka adalah penumpang kapal yang tertahan di Pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon, karena cuaca buruk. Meski sudah tertahan selama dua pekan, hingga Kamis (21/1) belum ada kejelasan jadwal keberangkatan kapal. Kepala Administratur Pelabuhan Slamet Riyadi, Sulaiman, menyatakan kapal belum bisa berangkat karena cuaca buruk.(YNI/ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya