Liputan6.com, Jakarta Bagaimana para pemimpin dapat dengan lebih sistematis membantu karyawan-karyawannya menciptakan makna dalam pekerjaan? Dalam buku The Why of Work: How Great Leaders Build Abundant Organizations that Win, Dave Ulrich mengungkap sebuah hasil penelitian dari beberapa bidang ilmu yang berbeda untuk menemukan tujuh faktor pendorong yang dapat diusahakan para pemimpin untuk membantu karyawan menemukan makna dalam pekerjaannnya.
Dave berbagi pentingnya pemimpin membantu karyawan menciptakan makna dalam pekerjaannya. Selain lebih memotivasi karyawan dalam pekerjaannya, hal ini memiliki pengaruh positif terhadap pencapaian karyawan maupun perusahaan. Hal ini bahkan mampu meningkatkan laba dan citra perusahaan.
Advertisement
Lalu apa saja tujuh faktor pendorong yang dapat diusahakan para pemimpin untuk membantu karyawan menemukan makna pekerjaan? Dilansir dari karir.com, Jumat (2/9/2016) berikut ulasannya
1. Bantu karyawan memahami kemampuan terbaik
Bantu karyawan mengidentifikasi secara kreatif menggunakan nilai-nilai seperti integritas, kepemimpinan, keinginan belajar, kebaikan, dan lain-lain. Nilai ini digunakan sebagai indikator mana yang paling menggambarkan dirinya.
2. Samakan tujuan
Hal ini bertujuan untuk memotivasi karyawan melakukan pekerjaannya, membantunya menciptakan tali penghubung antara pekerjaannya dan hasil yang mempengaruhi orang lain. Para pemimpin harus bisa membantu karyawannya menciptakan kisah yang menghubungkan pekerjaan dan minatnya.
Ciptakan lingkungan kerja positif
3. Ciptakan lingkungan kerja yang positif
Lingkungan kerja yang positif ini harus diciptakan dengan memperhatikan karakteristik, seperti kerendahan hati, ketidakegoisan, keteraturan, dan keterbukaan. Bagaimana para pemimpin menciptakan lingkungan kerja dengan rutinitas kuat yang tak hanya dirasakan karyawan namun juga konsumen.
4. Bantu bekerja dalam tantangan
Bantu karyawan bekerja dalam tantangan yang sesuai dengan karakter pribadinya, baik dalam berelasi maupun mengerjakan pekerjaan. Hal ini penting bagi para pimpinan untuk mengatur pekerjaan karyawan dan hingga mereka bisa meningkatkan kreativitas yang dimiliki.
Bangun kebiasaan introspeksi diri
5. Bangun kebiasaan introspeksi diri
Seiring berjalannya waktu, bangun refleksi diri (self-reflection) baik dalam level pribadi maupun perusahaan untuk membantu karyawan menemukan pembelajaran dari kegagalan dan mengatur langkah perubahan.
6. Ciptakan lingkungan kerja yang ramah
Dorong kebiasaan ramah-tamah dan keceriaan melalui hal-hal kecil dan dapat memberi sentuhan personal. Hal ini bisa dilakukan dengan memuji, menciptakan kompetisi yang sehat, berbagi makanan ringan, berfoto bersama, bermain-main, dan lain-lain.
7. Kembangkan kemampuan interpersonal
Cara karyawan untuk belajar membangun hubungan satu sama lain, baik secara sosial maupun emosional sangatlah penting. Untuk itu, pemimpin harus bisa mengembangkan kemampuan dalam menjalin pertemanan sehingga dapat tercipta tim yang berperforma tinggi. (Vna/Ndw)