Liputan6.com, Haiti: Gempa berkekuatan 7,0 pada Skala Richter telah memporakporandakan Haiti. Ribuan permukiman warga dan gedung-gedung pemerintah hancur, ribuan orang diperkirakan tewas. Kehancuran ini akan memperburuk kondisi negeri yang masih dihimpit kemiskinan serta konflik politik berkepanjangan.
Haiti adalah negara kecil di kawasan Karibia. Haiti menjadi negara pertama yang dipimpin oleh kulit hitam dan merupakan negara republik yang merdeka, setelah dikuasai dan diperbudak oleh kolonial Perancis dalam serangkaian perang pada awal abad ke-19.
Akibat kekepimpinan kolonial Perancis yang meninggalkan sejumlah masalah seperti degradasi lingkungan, kekerasan, ketidakstabilan dan kediktatoran, menjadikan Haiti sebagai negara termiskin di benua Amerika, seperti dilansir oleh BBC.
Haiti dengan ibukota Port-au-Prince memiliki luas negara 27,750 km persegi (10,714 sq miles) dengan 10 juta penduduk. Negeri ini dikelilingi oleh sejumlah gunung dan beriklim tropis.
Kini, Haiti dipimpin oleh seorang Presiden bernama Rene Preval yang memenangkan pemilihan presiden pada Februari 2006 dengan 51% suara. Walaupun telah merdeka, Haiti masih diganggu oleh konflik politik dan kekerasan antar geng.
Kemiskinan dan keterbelakangan adalah potret sebagian besar penduduk Haiti. Banyak penduduk Haiti yang akhirnya keluar mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat atau Negara-negara kawasan Karibia lainnya, termasuk Republik Dominika yang merupakan rumah bagi ratusan migran asal Haiti migran.
Di negeri hitam ini, radio merupakan alat komunikasi yang penting, karena penduduknya masih banyak yang tidak bisa membaca. Ada lebih dari 250 stasiun radio swasta di negeri ini.(IDS/MLA)
Haiti adalah negara kecil di kawasan Karibia. Haiti menjadi negara pertama yang dipimpin oleh kulit hitam dan merupakan negara republik yang merdeka, setelah dikuasai dan diperbudak oleh kolonial Perancis dalam serangkaian perang pada awal abad ke-19.
Akibat kekepimpinan kolonial Perancis yang meninggalkan sejumlah masalah seperti degradasi lingkungan, kekerasan, ketidakstabilan dan kediktatoran, menjadikan Haiti sebagai negara termiskin di benua Amerika, seperti dilansir oleh BBC.
Haiti dengan ibukota Port-au-Prince memiliki luas negara 27,750 km persegi (10,714 sq miles) dengan 10 juta penduduk. Negeri ini dikelilingi oleh sejumlah gunung dan beriklim tropis.
Kini, Haiti dipimpin oleh seorang Presiden bernama Rene Preval yang memenangkan pemilihan presiden pada Februari 2006 dengan 51% suara. Walaupun telah merdeka, Haiti masih diganggu oleh konflik politik dan kekerasan antar geng.
Kemiskinan dan keterbelakangan adalah potret sebagian besar penduduk Haiti. Banyak penduduk Haiti yang akhirnya keluar mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat atau Negara-negara kawasan Karibia lainnya, termasuk Republik Dominika yang merupakan rumah bagi ratusan migran asal Haiti migran.
Di negeri hitam ini, radio merupakan alat komunikasi yang penting, karena penduduknya masih banyak yang tidak bisa membaca. Ada lebih dari 250 stasiun radio swasta di negeri ini.(IDS/MLA)