OLX Bidik 70 Juta Pengguna Aktif Bulanan

OLX akan menggenjot jumlah yang tadinya berkisar di angka 20 juta menjadi 70 juta pengguna aktif bulanan.

oleh Jeko I. R. diperbarui 27 Agu 2016, 11:11 WIB
Daniel Tumiwa, CEO OLX bersama Edward Kilian, CMO OLX dalam Media Briefing OLX #BekasJadiApapun di Bonobo Restaurant, Jakarta, Jumat (26/8/2016). (Liputan6.com/ Jeko Iqbal Reza)

Liputan6.com, Jakarta - Platform iklan online OLX dengan rasa percaya diri menargetkan pengguna aktif bulanan dalam jumlah yang tidak main-main. Mereka mengatakan akan menggenjot jumlah yang tadinya berkisar di angka 20 juta menjadi 70 juta pengguna aktif bulanan.

CMO OLX, Edward Kilian, mengatakan bahwa OLX memanfaatkan potensi pengguna internet di Indonesia. Karena itu, jumlah yang besar bukan jadi halangan bagi mereka dalam menargetkan kisaran pengguna aktif.

Bahkan, pria yang akrab disapa Kiki ini optimistis bahwa OLX bisa mencapai angka pengguna yang sebegitu besar dengan melakukan berbagai upaya.

“PR-nya adalah seberapa kuat dan cepat proses edukasi bisa berjalan, motifnya ada banyak. Saya ambil contoh, kemarin setelah Lebaran kenaikan pengguna jadi lebih cepat. Kami coba skema yang sama dengan memanfaatkan momen-momen besar lain, impact-nya lebih besar karena memanfaatkan momentum yang pas,” kata Kiki kepada Tekno Liputan6.com usai sesi Media Briefing OLX #BekasJadiApapun di Bonobo Restaurant, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Ketika ditanyakan soal revenue, Kiki menjawab bahwa OLX kini masih mengandalkan penghasilan dari iklan. Iklan yang dimaksud adalah iklan yang dijual pengguna dengan fitur berbayar, serta iklan dari brand-brand yang bermitra dengan OLX. Namun sayang, ia tidak membeberkan berapa nominal pendapatan yang diraup OLX dari kategori tersebut.

“Revenue iklan sayangnya tidak bisa bisa di-share. Namun setidaknya revenue tersebut berkisar dari 50 hingga 100%. Itu revenue yang di-generate dari iklan berbayar yang ada di OLX. Sementara, advertiser page (brand-brand mitra yang beriklan) itu juga besar,” terangnya.

Kiki juga mengungkapkan, jumlah angka seller (pemasang iklan) berkisar di angka 850 ribu per Juni 2016, sedangkan penjual yang memanfaatkan fitur berbayar masih di angka 10%.

“Fitur berbayar di sini keuntungannya adalah iklan-iklannya akan langsung masuk ke daftar top listing, di mana akan dapat delapan kali lebih banyak kontak untuk membeli barang. Dalam seminggu bisa sampai 40 orang yang minat untuk membeli barang. Top listing itu dikenakan biaya mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 100.000. Ya, semacam fitur ‘Sundul’," ia melanjutkan.

Hingga saat ini, OLX setidaknya mengantongi 200 ribuan iklan aktif per bulan, mereka pun memberlakukan sistem expiry date untuk menghilangkan iklan yang dianggap ‘kadaluwarsa’.

“Sebagian iklan dalam waktu 30 hari hilang secara otomatis, kecuali iklan rumah. Tujuannya memastikan 70 hingga 80 persen laku dalam waktu satu bulan,” timpal Kiki.

Edward Kilian, CMO OLX (Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza)

OLX sendiri tidak mengambil ‘persenan’ dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan, karena OLX berperan untuk memfasilitasi.

“Kita cuma memanfaatkan fitur-fitur iklan berbayar, sama advertiser brand-brand yang mau kerja sama, seperti asuransi, KPR rumah, dan mobil. Sisi iklan dari brand memang ada revenue, tapi tidak jadi prioritas utama karena di aplikasi OLX kan nggak ada iklan. Apalagi, kebanyakan pengguna OLX sekarang mobile (akses dari aplikasi),” pungkasnya.

(Jek/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya