Gerak IHSG Mendatar, Amati Saham Pilihan Ini

Harga komoditas masih akan mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu pekan ini.

oleh Agustina Melani diperbarui 24 Agu 2016, 07:20 WIB
Pengunjung melintasi layar di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/6). Pada pembukaan, IHSG masih tertekan dan turun 33,90 poin atau 0,70 persen ke angka 4.800,92. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan pihaknya melihat aksi jual para pelaku pasar yang tidak tahan dengan pergerakan volatilitas regional cukup tertahan dengan aksi beli saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua. Pergerakan IHSG pun sideways namun Yuganur yakin IHSG akan ke level 54.50.

"IHSG akan bergerak di kisaran support 5.330-5.270-5.210-5.180 dan resistance 5.450-5.525-5.590-5.650," ujar dia dalam ulasannya, Rabu (24/8/2016).

Sedangkan Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menilai IHSG sedang menguji level support 5.349. Sedangkan target level resistance masih berada di level 5.477. William menilai target resistance itu perlu ditembus untuk kembali memperkuat pola kenaikan IHSG.

"Perjalanan naik sedikit tertahan dan masih berada di dalam rentang konsolidasi wajar di tengah proses perjalanan naik dari IHSG. Kondisi harga komoditas saat ini sedikit banyak memberikan pengaruh pola gerak IHSG," jelas William.

Sedangkan dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak variasi di kisaran 5.365-5.453 pada Rabu pekan ini.

Rekomendasi Saham

William merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS),dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Sedangkan Yuganur memilih saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Waskita Karya Tbk untuk dicermati pelaku pasar. Secara teknikal pola perbaikan jangka pendek dan menengah emiten konstruksi BUMN ini dapat digunakan sebagai akumulasi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek dan menengah ke Rp 2.950.

Ia merekomendasikan masuk saham PT Waskita Karya Tbk di level pertam Rp 2.720, level kedua Rp 2.670, dan cut loss point Rp 2.610. (Ahm/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya