Profil Cut Aura, Paskibraka Berhijab Pembawa Baki Merah Putih

Cut Aura Maghfirah Putri (16) dari Banda Aceh terpilih menjadi pembawa baki bendera penurunan Merah Putih di HUT ke-71 RI di Istana Merdeka.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 18 Agu 2023, 19:49 WIB
Cut Aura Maghfirah Putri Wakil dari DI Aceh Merupakan Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016 (Dokumentasi Istana Negara Republik Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta Cut Aura Maghfirah Putri (16) dari Banda Aceh terpilih menjadi pembawa baki bendera penurunan Merah Putih di HUT ke-71 RI di Istana Merdeka.Cut Aura tergabung dalam kelompok Bima. Kepastian penunjukkan Cut Aura diumumkan oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Orangtua Cut Aura Maghfirah Putri juga sepasang alumni Paskibraka Nasional. Sang ayah, H Teuku Muda Ariaman SE., MM adalah Paskibraka Nasional 1979 dan  ibu Hj Nurlaily Idrus SH, MH yang diketahui seorang Paskibraka Nasional 1984. "Tapi, aku mau menjadi Paskibraka bukan karena latar belakang orangtuaku. Melainkan aku memang menyukai kegiatan baris berbaris," kata Cut di hari ketiga pelatihan dan pendidikan di PP-PON Menpora, Cibubur, Jakarta Timur.

Aura mengaku mimpi menjadi seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka muncul lantaran rajin menyaksikan perayaan 17 Agustus di Istana Negara lewat saluran televisi.

"Beneran (tidak ada paksaan). Semua itu terjadi begitu saja, karena dari SD sudah nonton para Paskibraka ini bertugas. Dalam hati, kok keren sekali formasinya. Pas SMP ikut perlombaan yang berhubungan sama baris berbaris, dari situ sudah niat harus jadi Paskibraka," kata Aura ketika diwawancari Liputan6.com saat masa diklat.

Cut Aura Magfirah Putri yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh mulai mempersiapkan fisiknya sejak SMP. Ia juga rutin mengonsumsi telur setengah matang yang disiapkan sang mama.

Menurut Aura, sang mama punya kontribusi besar dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang Paskibraka tingkat nasional yang akan bertugas di Istana Negara. "Mama setiap pagi rutin menyiapkan telur setengah matang. Mama juga yang selalu memotivasi aku agar aku tidak malas-malasan lari," kata Aura.

"Mama juga yang mendukung aku belajar kesenian daerah. Aku juga belajar PBB melalui Paskibra di sekolah agar aku siap mengikuti seleksi Paskibraka tingkat mana saja," kata Aura menambahkan.

Aura, gadis berjilbab kelahiran 15 Januari 2000 ini tidak hanya menguasai bahasa Indonesia dan Inggris saja tapi juga Korea. Semua berawal dari hobinya mendengar musik dan menonton film-film bergenre drama khas negeri ginseng tersebut.

"Aku suka yang Korea-Koreaan gitu. Suka dance-nya juga. Pas lagi nonton atau dengar lagunya, kok flat karena enggak ngerti artinya, aku jadi ada motivasi buat belajar. Otodidak," kata Aura. Kini ia tak pusing lagi bila menonton film Korea yang tidak memiliki sulih suara dalam bahasa Indonesia.

Di kalangan peserta Diklat Paskibraka 2016, Aura dikenal sebagai sosok pemilik senyum khas pembawa baki. Senyum merekah, terlihat ikhlas, dan tidak dibuat-buat.

Cut sempat pesimis bahwa yang akan terpilih sebagai pembawa baki bukan dirinya, melainkan teman satu timnya yang kini berada di barisan cadangan. Cut sudah lebih dari enam kali dilatih oleh tim Garnisun sebagai pembawa baki.

"Pengen banget juga enggak, enggak pengen juga enggak. Tapi mau jadi pembawa baki karena sudah lama Aceh nggak bawa baki," kata Cut semalam di Hotel Sriwijaya, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2016).

Nama: Cut Aura Maghfirah Putri

Nama Panggilan: Aura

Tempat dan Tanggal Lahir: Banda Aceh, 15 Januari 2000

Asal Sekolah: SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh

Kelas: X MIA 3

Agama: Islam

Keterampilan: Menari dan menyanyiKemampuan Bahasa Asing: Inggris dan Korea.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya