Top 3: Jurus Maut Playboy Facebook Perdayai Bella Octaviani

Kabar jerat playboy Facebook Fajar Firdaus tersebut menjadi berita terpopuler sepanjang Sabtu 6 Agustus 2016 di kanal News Liputan6.com.

oleh TaufiqurrohmanAndrie HariantoZulfi SuhendraDiterbitkan 07 Agustus 2016, 08:00 WIB
Bella Oktaviani (22) ditemukan tewas di kamar Hotel Sentra Boutique Cipulir. (facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Fajar Firdaus Persada (23) ditangkap polisi karena diduga membunuh Bella Oktaviani di Hotel Sentra Boutique, Cipulir. Ia dikenal sebagai playboy Facebook karena kerap memperdayai korbannya melalui media sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

Pelaku kerap menggunakan aplikasi Camera 360 agar foto yang diunggah di Facebook terlihat lebih menarik. Jurus tersebut dilakukan untuk menarik perhatian kaum hawa.

Kabar jerat playboy facebook tersebut menjadi berita terpopuler sepanjang Sabtu 6 Agustus 2016 di kanal News Liputan6.com.

Selain itu berita tentang mantan Kepala BNN Anang Iskandar ditawari bandar narboba uang miliaran serta Ilham Habibie juga turut menjadi perhatian.

Berikut berita tiga terpopuler yang terangkum dalam Top News:

1. Playboy Facebook Perdayai Bella dengan Aplikasi Foto 360

Bella Oktaviani (19) diduga dibunuh teman dekatnya, Fajar Firdaus Persada (23) di Hotel Sentra Boutique, Cipulir. (Ist)


Fajar Firdaus Persada (23) ditangkap polisi karena diduga membunuh Bella Oktaviani di Hotel Sentra Boutique, Cipulir. Ia dikenal sebagai playboy Facebook karena kerap memperdayai korbannya melalui media sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

‎Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Eko Hadi Santoso mengungkapkan, pelaku kerap menggunakan aplikasi Camera 360 agar foto yang diunggah di Facebook terlihat lebih menarik. Jurus tersebut dilakukan untuk menarik perhatian kaum hawa.

"Ini kan berawal di Facebook. Foto diedit sedemikian rupa dengan aplikasi itu biar menarik. ‎Kalau enggak gitu kan enggak ada yang mau," ujar Eko di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (6/8/2016).

Selengkapnya...

2. Eks Kepala BNN: Ada Bandar Narkoba Tawari Uang Rp 10 M

Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri,Komisaris Jenderal Anang Iskandar saat diwawancarai di Jakarta. (Liputan6.com/Gempur M Surya)


Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Purn) Anang Iskandar meragukan curhatan gembong narkoba yang telah dieksekusi mati Freddy Budiman kepada Koordinator Kontras Haris Azhar. Disebutkan jika Freddy mengaku telah memberikan ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya.

Menurut Anang, Freddy yang juga merupakan pecandu berpotensi berbohong. Namun Anang tak menampik adanya upaya beberapa bandar narkotika untuk mendekati aparat. Hal itu, menurut dia, untuk memastikan bisnis haram yang dijalankan mereka lancar.

"Secara umum bandar narkoba pasti dekati aparat, siapa saja, untuk mendapatkan kemudahan. Dalam perjalanannya kuat-kuatan saja," kata Anang saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Selengkapnya...

3. Ilham Habibie: Indonesia Lebih Tergantung Pesawat Ketimbang AS

Ilham Habibie (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta. Tentu saja, ketersediaan alat transportasi darat, laut ataupun udara menjadi kebutuhan bagi warga. Khusus kebutuhan transportasi udara, jasa penerbangan di Tanah Air, kian dilirik dalam satu dekade terakhir.

Pakar penerbangan Ilham Habibie pun memaparkan kondisi kebutuhan transportasi udara di Indonesia. Menurut Ilham yang tak lain anak dari Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, kebutuhan pesawat dapat dibandingkan dengan jumlah orang yang memerlukan jasa penerbangan di Tanah Air.

"Kalau kita lihat sekarang, tergantung dengan tahunnya kurang lebih di antara 70 dan 80 juta (orang) per tahun. Itu dalam 15 tahun yang lampau kita alami pertumbuhan minimal 15 persen per tahun, kadang hampir 20 persen," ucap Ilham Habibie saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, belum lama ini.

Selengkapnya...

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya