Taliban Akui Video Penangkapan Serdadu AS

Kelompok Taliban membenarkan video yang dirilis Jumat ini adalah tawanannya. Tawanan bernama Bowe Robert Bergdahl ini adalah anggota pasukan udara AS yang ditangkap pasukan Taliban di Provinsi Paktika, Afghanistan, 30 Juni silam.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Desember 2009, 17:37 WIB
Liputan6.com, Kabul: Video mengenai prajurit Amerika Serikat Bowe Robert Bergdahl yang ditawan kelompok Taliban, kini mengundang perhatian kalangan media Barat. Ternyata, video ini telah dirilis sejak pekan silam dalam sebuah situs di internet. Di laman situs tersebut, seperti dilansir Associated Press, Jumat (25/12), pihak media Taliban mengumumkan sebuah rekaman video terbaru. Bergdahl disebut anggota pasukan udara AS yang ditangkap pasukan Taliban di Provinsi Paktika, Afghanistan, 30 Juni silam [baca: Taliban Tunjukkan Video Tawanan Tentara Amerika].

Hanya saja, tidak bisa dikonfirmasi secara langsung bahwa tentara di dalam video itu adalah Bergdahl. Tapi, kelompok pengamat teroris mengatakan tidak ada alasan untuk tidak berpikir Bergdahl adalah orang di dalam video tersebut. Orang itu diperlihatkan duduk, menghadap ke kamera, mengenakan kacamata hitam dan apa yang tampak sebagai militer AS, helm dan seragam. Dan ada keterangan di bawah laki-laki yang sedang berbicara itu, yakni "Tahanan perang: Bowe Robert Bergdahl."

Di satu sisi gambar menunjukkan, seorang tentara Amerika dipenjarakan oleh Mujahidin Emirat Islam Afghanistan. Laki-laki itu mengidentifikasikan dirinya sebagai Bergdahl, lahir di Sun Valley, Idaho. Ia pun menginformasikan pangkatnya, tanggal lahir, jenis darah, nama ibunya, sebelum AS memulai invasi di Afghanistan dan hubungannya dengan muslim. Dia tampak sehat.

"Analisis awal menunjukkan sandera yang muncul dalam video adalah Bowe Bergdahl," kata IntelCenter, kontraktor AS yang melacak propaganda teroris dan bekerja sama dengan komunitas intelijen dan militer. Video, yang memiliki narasi berbahasa Inggris, juga menunjukkan gambar dari tahanan AS yang mengalami pelecehan saat berada dalam tahanan. Pembicara mengatakan dia tidak menderita sakit ataupun menjalani pengobatan.

Sebuah pernyataan yang dibacakan seorang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, muncul di akhir video dan memperbaharui tuntutan untuk "sejumlah tahanan" akan ditukar dengan Bergdahl. Dikatakan pula, lebih banyak tentara Amerika yang bisa ditangkap.

Untuk diketahui, pernyataan dari tawanan biasanya dibuat dalam keadaan di bawah tekanan. Para pemberontak juga merilis video Bergdahl beberapa minggu setelah penangkapan tersebut. Dalam video 19 Juli silam, Bergdahl tampak sedih dan ketakutan. Bergdahl adalah pasukan yang berbasis di Fort Richardson, Alaska. Ketika di Afghanistan, dia berada di pangkalan Provinsi Paktika, di dekat sebuah perbatasan dengan Pakistan.(RST/ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya