Aplikasi Gim atau Media Sosial, Mana yang Paling Populer?

Sejumlah data menarik membuktikan bahwa bisnis aplikasi memiliki peluang sangat menjanjikan di Indonesia.

oleh Iskandar diperbarui 23 Jul 2016, 19:47 WIB
Beberapa aplikasi ini dibuat karena iseng-iseng lho tapi ternyata mendapat respon yang tak terduga dari para pengguna Android.

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi dan komputasi merupakan kategori dengan impresi terbesar di platform iklan ponsel Opera di Indonesia, diikuti oleh gim (game), media sosial, layanan komunikasi, musik, video, dan media.

Data tersebut merupakan laporan terbaru dari Opera Mediaworks mengenai Mobile First Insights (MFI) untuk kawasan Asia-Pasifik (APAC), termasuk Australia, India, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Laporan ini juga menemukan walaupun pendapatan iklan pada mobile web platform masih lebih besar dari aplikasi, namun tingkat click-through pada platform aplikasi dua kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan click-through pada web.

Hal ini membuktikan bahwa bisnis aplikasi memiliki peluang sangat menjanjikan di Indonesia. Pendapatan iklan aplikasi juga meningkat 3,2 kali dibandingkan tahun sebelumnya, dan hampir 60 persen lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan di Asia-Pasifik.

Sementara itu, iklan in-app menyalip mobile web di hampir seluruh pasar Asia-Pasifik, kecuali Indonesia dan India. Click-through pada aplikasi 1,3 hingga 2 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan click-through pada web di semua negara Asia-Pasifik yang disurvei.

Dari segi pendapatan iklan, aplikasi juga melebihi mobile web di hampir seluruh pasar Asia-Pasifik, 13 kali lebih besar di Singapura dan Thailand.

“Indonesia merupakan pasar unik di kawasan Asia-Pasifik. Sebagai salah satu negara pengguna ponsel terbesar di dunia dengan sebagian besar lalu lintas online berasal dari ponsel. Kami melihat pertumbuhan pengguna aplikasi dan penempatan iklan di dalam aplikasi sangat menjanjikan di Indonesia,” ujar Vikas Gulati, Managing Director Asia Opera Mediaworks melalui email, Sabtu (23/7/2016) di Jakarta.

Opera Mediaworks

“Sangat menarik menyaksikan bagaimana beberapa tren, seperti penggunaan gim, teknologi dan komputasi serta sosial media yang tinggi, tercermin di hampir seluruh pasar Asia-Pasifik, terlepas dari perbedaan budaya, sosial dan ekonomi di kawasan ini," tambah Vikas.

Pihaknya berharap, laporan ini dapat melayani kebutuhan brand, agensi, dan penerbit sehingga dapat menjadi acuan serta dinantikan oleh pengguna karena memberikan pandangan berharga dan praktik terbaik berdasarkan kategori, yang dapat diterapkan di bisnis mereka.

Laporan triwulan ini dirancang untuk membantu pemasar dalam bernavigasi di lingkup mobile, yang berubah dengan cepat, dan membuat keputusan strategis, yang akan mendorong hasil nyata untuk bisnis mereka.

(Isk/Why)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya