5 Pelajaran yang Dipetik MU Usai Kekalahan Memalukan

MU menelan kekalahan 1-4 dari Borussia Dortmund di laga persahabatan.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 23 Juli 2016, 14:30 WIB
Manajer Manchester United asal Portugal, Jose Mourinho. (AFP/Jon Super)

Liputan6.com, Shanghai - Hasil buruk dipetik Manchester United dalam laga persahabatan kedua mereka di jeda musim panas ini. Skuat asuhan Jose Mourinho harus kalah telak 1-4 dari Borussia Dortmund di Shanghai Stadium, Tiongkok, Jumat (22/7/2016).

Mourinho menegaskan, kekalahan ini tidak berdampak buruk bagi psikologis timnya. Manajer asal Portugal ini berdalih, kekalahan MU lebih karena faktor kebugaran fisik.

"Ini seperti Formula 1 melawan Formula 3. Mereka lebih tajam. Jadi sangat sulit untuk menilai," kata Mourinho di BBC.

Di pertandingan selanjutnya, MU bakal menghadapi rival sekota, Manchester City, Senin (25/7/2016). Partai ini sudah diprediksi bakal panas lantaran Mou akan bertemu seteru lamanya, Pep Guardiola yang kini melatih City.

Namun sebelum melangkah ke partai itu, melansir berbagai sumber, berikut lima hal yang bisa dipetik dari kekalahan MU di tangan Dortmund tersebut.


Harapan Juan Mata

Juan Mata masih memiliki harapan di MU / Reuters

1. Harapan Buat Juan Mata

Juan Mata menjadi salah satu pemain yang paling sering diberitakan bakal hengkang, seiring dengan kedatangan Mourinho. Pasalnya, gaya bermain gelandang asal Spanyol ini dinilai tidak cocok dengan harapan Mou.

Namun demikian, di partai melawan Dortmund, Mata berhasil membuktikan kualitasnya. Dipasangkan dengan Henrkih Mkhitaryan dan Ander Herrera, performa Mata bagus.

Mata menjadi tiga pemain selain Luke Shaw dan Eric Bailly, yang bermain 90 menit penuh dalam partai itu. Bahkan, Mata menyumbang assist pada gol Henrikh Mkhitaryan.

Performa Mata ini tentu menimbulkan spekulasi, Mourinho mungkin akan mempertahankan Mata di dalam tim. Lebih jauh, The Special One bisa saja mematenkan status Mata sebagai pemain utama. Syaratnya, Mata bisa tampil bagus lagi di laga selanjutnya.


Komunikasi Lini Belakang

Bek baru MU, Eric Bailly / The Independent

2. Komunikasi Lini Belakang Belum Maksimal

Mourinho memainkan skema 4-2-3-1 dalam laga tersebut. Di komposisi awal pada lini belakang, Mourinho memainkan Luke Shaw, Phil Jones, Eric Bailly, dan Antonio Valencia.

Kemudian, Mou menggganti Valencia dan Phil Jones. Jones digantikan oleh Marcos Rojo di menit 46 usai MU kebobolan dua gol. Sementara, Valencia digantikan Andreas Pereira di menit 76 setelah MU kebobolan gol ketiga.

Sayangnya, taktik ini gagal mencegah gol keempat bagi Dortmund lahir. MU pun harus kalah 1-4.

Kekalahan ini setidaknya membuktikan, komunikasi di lini belakang MU belum maksimal. Salah satu kendalanya adalah faktor bahasa. Seperti diketahui, Eric Bailly tak bisa berbahasa Inggris, dan hanya menguasai Spanyol dan Prancis.

Lanjut Baca:

3. Mkhitaryan Semakin KlopHenrikh Mkhitaryan telah bermain di dua pertandingan persahabatan MU di jeda musim panas ini. Dalam kedua pertandingan itu, gelandang asal Armenia ini telah bisa membuktikan kualitasnya.Bukan hanya soal teknis, Mkhitaryan juga bisa ditempatkan di berbagai posisi. Di pertandingan melawan Wigan, dia main sebagai penyerang lubang. Sementara di partai lawan Dortmund, Mkhitaryan bermain di sayap sebelah kiri."Mkhitaryan adalah pemain kelas atas dan saat ini berada pada tahap yang terbaik sebagai pemain sepak bola, 27 tahun," kata Mourinho kepada MUTV."Cara dia berpikir tentang sepak bola luar biasa. Dia bisa bermain di posisi yang berbeda di belakang striker," ujar Mourinho lagi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya