5 Langkah Tepat Ajukan Cuti pada Atasan

Berikut ini 5 langkah sederhana, baik, dan tepat untuk Anda para pekerja mengajukan cuti pada atasan.

oleh Firman Fernando Silaban diperbarui 02 Jul 2016, 07:00 WIB
5 Langkah Baik dan Tepat untuk Pekerja Ajukan Cuti pada Atasan (sumber. Huffingtonpost.com)

Liputan6.com, Jakarta Rutinitas pekerjaan yang padat membuat sebagian besar orang mengalami stres dan kebosanan. Salah satu cara untuk mengobatinya adalah dengan mengambil cuti untuk berlibur.

Namun, beberapa orang masih enggan untuk mengambil cuti dengan alasan takut dimarahi oleh atasan atau mendapat pandangan tak enak. Padahal cuti menjadi hak setiap para pekerja dan menjadi kesempatan untuk menyegarkan pikiran serta mental agar produktivitas bekerja menjadi lebih baik.

Seperti dilansir dari Huffingtonpost.com pada Selasa (28/6/2016), Liputan6.com merangkum beberapa tahapan bagi para pekerja agar bisa meminta izin pada atasan mengambil cuti untuk liburan.

1. Membuat rencana absem dan beri penjelasan singkat kepada atasan

Salah satu tips sukses yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan cuti adalah merencanakan ketidakhadiran dan beri penjelasan singkat perihal tujuannya. Setelah itu carilah cara untuk mendelegasikan tanggung jawab Anda pada orang lain saat cuti. Hal tersebut menunjukkan Anda proaktif, bertanggung jawab, dan menghormati seluruh tim Anda.

2. Tanyakan bukan mengatakan

Meminta waktu liburan bukan dengan mengatakannya. Luangkan waktu sejenak untuk Anda bisa meminta dan bertanya pada atasan perihal waktu cuti serta menyetujuinya. Anda harus bisa membedakan dengan mengatakan akan keluar kantor dengan menanyakan waktu cuti.

3. Perhatikan jatah hari liburan Anda yang telah digunakan

Sebelum meminta waktu libur, Anda bisa memeriksa jatah cuti yang telah digunakan. Hal tersebut dimaksudkan agar atasan Anda bisa memeriksa kembali kebijakan dari perusahaan dan segera menyetujui pengajuan cuti tersebut.

4. Buat pemberitahuan setidaknya satu bulan

Langkah berikutnya jika Anda ingin mengajukan cuti adalah memberi pemberitahuan setidaknya satu bulan dari tanggal yang direncanakan. Tujuannya agar atasan Anda bisa melihat dan memperhitungkan kinerja perusahaan tanpa kehadiran Anda.

5. Tanyakan secara resmi dan tertulis.

Tidak peduli seberapa nyaman dan dekat hubungan Anda dengan atasan, meminta cuti untuk liburan saat perbincangan santai sehari-hari bukanlah cara yang baik untuk pergi. Sebaiknya Anda menyertakan pengajuan cuti tersebut ke dalam surel atau surat resmi yang diberikan pada atasan untuk hasil terbaik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya