Liputan6.com, Nice - Timnas Inggris perlu waspada saat menghadapi Islandia di 16 besar Piala Eropa 2016 di Stadion De Nice, Selasa (28/6) dinihari nanti. Pasalnya, Islandia bukan sekadar tim debutan di Prancis.
Salah satu negara Nordik itu menjadi tim paling mengejutkan di turnamen ini. Maklum, tidak ada yang menyangka, Islandia bisa keluar sebagai runner-up Grup F meninggalkan Portugal.
Baca Juga
- Pelatih Argentina Larang Lionel Messi Pensiun
- Rekor Pertemuan Persela Vs Barito Putra
- Buntut Kericuhan GBK, Persija 6 Laga Dilarang Jadi Tuan Rumah
Advertisement
Terlebih lagi, penampilan Tim Tiga Singa, julukan Inggris, juga belum meyakinkan selama tiga laga penyisihan grup lalu. Disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat juara, pasukan Wayne Rooney dan kawan-kawan justru lolos ke babak gugur di bawah Wales.
Padahal, di Kualifikasi Piala Eropa 2016 lalu, Inggris menjadi satu-satunya tim yang tampil sempurna dengan 10 kemenangan dari 10 pertandingan.
Hodgson sendiri menyadari, pertandingan nanti tidak saja penting untuk kariernya di The Three Lions, tetapi juga masyarakat dan pecinta sepak bola Inggris. Bukan tidak mungkin, Hodgson meninggalkan jabatannya saat ini sebagai pelatih jika Inggris disingkirkan Islandia.
Hodgson mengakui dirinya tidak terlalu mengenal Islandia dibanding negara Nordik lainnya, seperti Denmark, Norwegia, atau Swedia.
“Tetapi, karakter masyarakat Islandia, tekad, dan kemampuan mereka untuk bertahan hidup dari kesulitan menjadi faktor utama dalam kemajuan mereka. Kami harus menerima status unggulan, dan mereka menjadi underdog, tapi terlepas dari itu, akan menjadi pertandingan sulit dan mereka akan sulit untuk dikalahkan,” ujar Hodgson.
Pelatih 68 tahun itu tidak salah, menganggap laga nanti tidak akan mudah. Sebagai “pemain baru” di Piala Eropa, catatan kebobolan tiga gol Islandia di penyisihan grup tidaklah buruk.
Islandia memang dikenal memiliki pertahanan yang bagus. Di kualifikasi, mereka hanya kemasukan enam gol, lebih baik dari Jerman, Polandia, dan juga Italia.
Kondisi itu tentu akan menjadi ujian bagi lini depan Inggris. Dalam tiga pertandingan, hanya Daniel Sturridge sebagai penyerang murni Inggris yang baru mencetak gol. Sedangkan Harry Kane dan Jamie Vardy masih terus mencari peruntungan.