VIDEO: BPOM Endus Modus Vaksin Palsu Sejak 2013

Departemen Kesehatan belum mendapat laporan korban jiwa karena pemalsuan vaksin ini.

oleh Liputan6 diperbarui 25 Jun 2016, 07:04 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Toko dengan label Apotek Rakyat Ibnu Sina di Pasar Kramat Jati kini sudah tutup. Selasa lalu toko itu digerebek polisi yang tengah mengusut kasus vaksin palsu. Diduga toko itu adalah salah satu penyalur vaksin palsu.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (25/6/2016), Bareskrim menyatakan para pemalsu vaksin telah bekerja selama 13 tahun. Tetapi ternyata, tiga tahun lalu, BPOM sudah menemukan modus pemalsuan vaksin, tetapi tidak ditindaklanjuti tuntas.

Sementara itu, Departemen Kesehatan belum mendapat laporan korban jiwa karena pemalsuan vaksin ini.

Walau belum ada laporan jiwa, tetapi efek vaksin palsu bisa membahayakan. Mulai dari mengalami infeksi, demam hingga menurunnya kekebalan tubuh bayi.

Aktivis LSM kesehatan Mauris Wijayarta menyatakan sudah lama mendengar adanya vaksin palsu dan obat generik palsu, tetapi minim penindakan. Apalagi dengan peraturan baru BPOM kini tak bisa mengawasi produksi farmasi di apotek.

Setelah 13 tahun beroperasi, para pemalsu vaksin baru bisa diungkap Bareskrim Mabes Polri. Mereka ditangkap di enam lokasi yang tersebar di Bekasi dan Tangerang Selatan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya