Komplotan Pencuri Ini Lenyapkan Mobil Hanya Dalam 2 Menit

Setidaknya ada sembilan mobil yang disita selama komplotan pencuri beraksi di Makassar dalam enam bulan terakhir.

oleh Eka Hakim diperbarui 24 Jun 2016, 18:54 WIB
Komplotan pencuri mobil lintas provinsi ini terdiri dari tujuh orang. Satu di antaranya tewas ditembak. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar - Satuan Reskrim Polrestabes Makassar berhasil menangkap komplotan pencuri mobil lintas provinsi. Satu di antara anggota komplotan yang ditangkap tersebut tewas tertembak.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan tujuh pelaku spesialis pencurian mobil tersebut, Jumat (24/6/2016) subuh. Saat akan membawa para pencuri itu ke kantor polisi, seorang pelaku bernama Pudding yang bertindak sebagai eksekutor tewas ditembak karena mencoba merampas pistol polisi.

"Ada tujuh pelaku kita tangkap, masing-masing Lawa, Rusno, Kamal, Sese, Amir dan Jafar serta seorang lagi yang merupakan residivis dalam kasus curanmor bernama Pudding tewas tertembak, karena yang bersangkutan merampas senpi anggota saat dilakukan penunjukan barang bukti," ujar Rusdi dalam jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Jumat (24/6/2016).

Awalnya, kata Rusdi, pihaknya banyak menerima laporan tentang adanya aksi pencurian mobil di beberapa wilayah Kota Makassar. Polisi kemudian menerjunkan tim untuk mengusut kasus itu dan berhasil menangkap seorang anggota komplotan di Kota Makassar. Dari hasil pengembangan, polisi kembali menangkap enam pelaku lainnya di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

"Barang bukti yang berhasil kita amankan terdiri dari sembilan unit mobil hasil curian yang semuanya diambil dari sebuah bengkel juga milik seorang pelaku yang berhasil ditangkap," kata Rusdi.

Sembilan mobil hasil sitaan dari komplotan pencuri mobil lintas provinsi. (Liputan6.com/Eka Hakim)


Menurut Rusdi, komplotan pencuri mobil itu telah beraksi selama 6 bulan di Kota Makassar. Terakhir tercatat beraksi di wilayah hukum Polsek Panakukang, Makassar. Tepatnya pada 20 Juni 2016.

"Sembilan mobil hasil curian mereka dijual ke bengkel dengan harga Rp 25 juta. Di antaranya tipe Avanza, Zenia, Daihatsu. Kemudian di bengkel mobil tersebut dipreteli, lalu bagian-bagiannya dijual satu per satu," tutur Rusdi.

Untuk menggasak satu unit mobil, komplotan itu hanya membutuhkan waktu dua menit. Maka itu, Rusdi menyebut para pencuri itu sebagai pemain profesional dan sangat terorganisir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya