Liputan6.com, Paris - Aleksandr Golovin merupakan salah satu pemain yang membawa Rusia juara Piala Eropa U-17 tahun 2013 lalu di Slovakia. Namun, bakatnya tercium para pencari bakat Liga Inggris sejak masuk pemusatan latihan tim sepak bola Rusia di Olimpiade pada 2012.
Baca Juga
- Mengenal Bintang Muda Piala Eropa: Renato Sanches
- Fans Timnas Inggris Khawatir Diculik di Piala Eropa 2016
- Mengamuk, Amerika Libas Kosta Rika
Advertisement
Meski punya peluang bermain di liga terbaik dunia, dia memilih untuk meneken kontrak dengan CSKA Moskow musim 2012/2013. Presiden Moskow Evgeni Giner menegaskan kalau Golovin tidak bisa disebut-sebut sebagai Ronaldo-nya Rusia, namun seorang pemuda yang meniti jalannya sendiri.
Di tim ibukota tersebut, pemain kelahiran Kaltan, Siberia ini baru debut pada 2015. Pada 14 Maret 2015, dia diturunkan dalam Liga Primer Rusia melawan FC Mordovia. Kala itu CSKA melumat tamunya 4-0 dan Golovin masuk sebagai pemain pengganti.
Selama bermain di tim cadangan CSKA, Golovin mengaku banyak mencuri ilmu dari rekan setimnya Alan Dzagoev serta playmaker Zenit Saint Petersburg Roman Shirokov. Namun, ketika ditanya pemain favoritnya di Eropa, pemuda 20 tahun itu mengidolakan Mesut Ozil (Arsenal).
"Saya bisa bermain di posisi mana pun di lini serang, tetapi playmaker adalah favorit saya," kata Golovin dalam laman resmi UEFA.
Punya peran penting di skuat CSKA, Golovin belum berbicara banyak bersama timnas Rusia. Debutnya bersama tim terjadi pada 7 Juni 2015 dalam laga persahabatan melawan Belarusia, menggantikan kapten Roman Shirokov. Turun pada menit ke-61, dia mencetak gol kedua 16 menit kemudian. Skor berakhir dengan kemenangan 4-2.
Namun, sejak Juni tahun lalu, Golovin baru mencetak dua gol dari lima caps yang dijalaninya. Pelatih Rusia Leonid Slutski bahkan tak membawanya dalam dua laga kualifikasi Piala Eropa lantaran mengalami cedera hamstring.
Perpaduan Pjanic dan Parejo
Golovin mengenal olahraga futsal sebelum terjun secara profesional di sepak bola dan hasilnya dia memiliki kontrol bola yang sangat baik. Setelah fisiknya berkembang dalam beberapa tahun terakhir, kekuatannya terletak pada visi, umpan silang dan spesialis bola mati.
Gayanya merupakan percampuran antara Miralem Pjanić (AS Roma) & Dani Parejo (Valencia). Dalam formasi 4-4-2, dia biasa diturunkan sebagai gelandang tengah yang sering memberikan peluang pada pemain lain untuk mencetak gol.
Selain gelandang tengah, Golovin bisa diposisikan sebagai gelandang serang dan pemain sayap. Di Piala Eropa 2016, dia akan bersaing dengan seniornya seperti Roman Shirokov, Oleg Ivanov, dan Dmitri Torbinski.