Liputan6.com, Tulungagung: Pembalakan liar yang terjadi di Kawasan Pegunungan Wilis sejak sepuluh tahun terus menebar ancaman bencana alam di Kabupaten Tulungagung, Kediri, Jawa Timur. Bahkan memasuki musim hujan ini, aktivitas penebangan pinus secara liar makin marak tejadi dan berserakan di tepi hutan.
Berdasarkan pantaun tim SCTV, dampaknya mulai tampak padi bagian sisi selatan Pegunungan Wilis di kawasan Sendang yang terlihat gundul. Alhasil, lahan pertanian jagung milik warga setempat longsor sepanjang 200 meter dan petani mengalami gagal panen. Meski sudah 10 tahun gundul, namun hingga kini belum ada upaya reboisasi.
Selain itu, akibat gundulnya hutan di sisi selatan Gunung Wilis juga menyebabkan bencana longsor yang menelan dua korban jiwa serta merusak sejumlah rumah. Bencana serupa kini mengancam keselamatan warga di empat desa, yaitu Desa Geger, Sidomulyo, Sendang dan Penampihan.(UPI/MLA)
Berdasarkan pantaun tim SCTV, dampaknya mulai tampak padi bagian sisi selatan Pegunungan Wilis di kawasan Sendang yang terlihat gundul. Alhasil, lahan pertanian jagung milik warga setempat longsor sepanjang 200 meter dan petani mengalami gagal panen. Meski sudah 10 tahun gundul, namun hingga kini belum ada upaya reboisasi.
Selain itu, akibat gundulnya hutan di sisi selatan Gunung Wilis juga menyebabkan bencana longsor yang menelan dua korban jiwa serta merusak sejumlah rumah. Bencana serupa kini mengancam keselamatan warga di empat desa, yaitu Desa Geger, Sidomulyo, Sendang dan Penampihan.(UPI/MLA)