Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri merasa prihatin dengan polemik kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad Rianto serta Chandra M. Hamzah. Megawati menilai kasus itu tidak akan berlarut-larut apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas.
"Kalau saya melihat dalam prosesnya ini sangat lambat. Saya mengatakan sangat lambat, karena sebenarnya kalau kita menjalankan satu tata pemerintahan, ya kita sebetulnya tahu bahwa lembaga-lembaga ini yang seharusnya segera diberikan satu arahan, harus melakukan seperti apa," kata Megawati di Markas PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (20/11).
Bola panas kini ada di tangan Sang Presiden. Rakyat berharap dilaksanakan atau tidak rekomendasi Tim Delapan, supremasi hukum di Indonesia tetap harus dibenahi. Tim Delapan merekomendasikan kepada Presiden, agar proses hukum terhadap kasus Bibit dan Chandra dihentikan. Namun Presiden baru akan mengumumkan keputusannya Senin nanti.(JUM/SHA)
"Kalau saya melihat dalam prosesnya ini sangat lambat. Saya mengatakan sangat lambat, karena sebenarnya kalau kita menjalankan satu tata pemerintahan, ya kita sebetulnya tahu bahwa lembaga-lembaga ini yang seharusnya segera diberikan satu arahan, harus melakukan seperti apa," kata Megawati di Markas PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (20/11).
Bola panas kini ada di tangan Sang Presiden. Rakyat berharap dilaksanakan atau tidak rekomendasi Tim Delapan, supremasi hukum di Indonesia tetap harus dibenahi. Tim Delapan merekomendasikan kepada Presiden, agar proses hukum terhadap kasus Bibit dan Chandra dihentikan. Namun Presiden baru akan mengumumkan keputusannya Senin nanti.(JUM/SHA)