Akom Tak Hadir di Penutupan Munaslub Golkar, Ada Apa?

Munaslub Golkar resmi ditutup sore tadi tanpa kehadiran Ade Komarudin.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 17 Mei 2016, 20:21 WIB
Ade Komarudin dan Setya Novanto berpelukan di Munaslub Golkar, Bali, Selasa (17/5). Setya Novanto (Setnov) terpilih menjadi Ketum Partai Golkar periode 2016-2019 setelah dirinya melakukan musyawarah mufakat dengan Ade Komarudin. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Nusa Dua - Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar resmi ditutup sore tadi. Penutupan diwarnai tidak hadirnya sejumlah mantan calon ketua umum, termasuk Ade Komarudin.

Beberapa calon ketua umum memang tampak hadir dalam penutupan Munaslub. Sebut saja Mahyudin, Aziz Syamsuddin, dan Syahrul Yasin Limpo. Mereka tidak duduk di kursi terdepan kecuali Mahyudin karena tercatat sebagai wakil ketua MPR.

Tidak hadirnya politikus yang akrab disapa Akom itu dikhawatirkan berdampak buruk bagi partai. Terutama keinginan rekonsiliasi bersama setelah pemilihan ketua umum.

Anggota formatur DPP Partai Golkar Theo Sambuaga menilai tidak hadirnya Akom bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Akom, kata Theo, sudah menyatakan mendukung Setya Novanto.


"Saya kira sudah berembuk. Ada kesepakatan Ade mendukung, sehingga tidak ada pilihan kedua. Karena ada saling mengerti. Enggak hadir ini masalah teknis saja lah," kata Theo di BNDCC, Bali, Selasa (17/5/2016).

Politikus Golkar lainnya, Fadel Muhammad mengaku memahami bila beberapa mantan caketum tidak hadir di penutupan. Tapi, dia berharap rekonsiliasi tuntas.

"Mereka mungkin ada acara lain. Cuma kita harapkan rekonsiliasi utuh dan mereka tidak membuat partai lain. Janjinya mereka gitu," kata Fadel.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya