Liputan6.com, London - Leicester City memang sudah dinobatkan sebagai juara Liga Inggris 2015/2016. Namun, mereka tetap bertekad mencuri kemenangan saat menantang Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (15/5/2016).
Leicester sudah membuktikan kepada dunia betapa menakutkannya kekuatan mereka. Meski tak disokong kekuatan finansial mumpuni, Leicester mampu mematahkan hegemoni tiga tim yang bergantian menjuarai Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir, yakni ManchesterCity, Manchester United, dan Chelsea.
Baca Juga
- Barcelona dan Jalan Santai Klub Eropa Raih Gelar Juara
- Vinales ke Yamaha, Suzuki Comot Pembalap Ducati?
- Cetak 36 Gol, Higuain Pecahkan Rekor Liga Italia
Advertisement
Kerja keras dan kesolidan adalah kekuatan utama tim besutan Claudio Ranieri itu. Selain itu, ketajaman dan kreativitas Jamie Vardy dan Riyad Mahrez juga sangat membantu laju kencang The Foxes di musim ini. Hasilnya, tak ada tim yang mampu memberikan tekanan berarti buat Leicester.
Untuk jagat sepak bola dunia, sukses Leicester menjadi catatan sejarah tersendiri. Tak akan ada yang menyangka tim yang baru kembali promosi ke Premier League pada musim 2014/2015 itu bakal mengangkat trofi Liga Inggris. Bahkan, gelar sudah dipastikan mereka meski musim belum berakhir.
Sukses menjadi juara akan membuat Leicester tampil di empat kompetisi sekaligus musim depan, yakni Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions. Tentu, sangat penting bagi mereka menjaga tingkat stabilitas permainan mereka saat ini.
Itu mengapa Leicester tetap mengincar kemenangan kala bertamu ke rumah Chelsea. Mereka ingin pertahankan tren positif di mana mereka tak terkalahkan di 11 laga terakhir.
Paceklik Kemenangan
Di lain pihak, Chelsea sudah tak memiliki kepentingan apa pun terkait posisi mereka di klasemen. The Blues sudah dipastikan gagal finis di zona Eropa. Mereka juga sudah aman dari jeratan zona degradasi dengan duduk di posisi kesembilan.
Meski begitu, bukan berarti anak asuh Guus Hiddink itu bakal tampil tanpa motivasi. Chelsea tentu bertekad menuntaskan dendam atas kekalahan mereka pada pertemuan pertama. Kala itu, duel di King Power Stadium berakhir dengan kemenangan 2-1 Leicester.