5 Faktor Liverpool Bisa Juara Europa League Musim Ini

Liverpool bakal mengakhiri paceklik di kompetisi Eropa selama lebih dari 1 dekade.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 10 Mei 2016, 07:10 WIB
Liverpool (Reuters / Carl Recine)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool lolos ke final Liga Europa di Basel 18 Mei mendatang. Mereka lolos ke partai puncak setelah menang telak 3-0 atas Villareal. Secara agregat, The Reds lolos dengan skor 3-1 karena kalah 0-1 di leg pertama.

"Penampilan kami di luar dugaan sama sekali. Sebagai bukan orang Inggris asli, saya tak punya kata yang pas untuk gambarkan penampilan tadi," ujar pelatih Jurgen Klopp.

 

Baca Juga

  • Madrid Siapkan Dana Besar untuk Gaet Bintang Liga Inggris
  • Ini Alasan Platini Akan Mengundurkan Diri sebagai Presiden UEFA
  • Eks Pelatih Persipura Jadi Direktur Teknik MU


Liverpool terakhir juara Europa League 15 tahun lalu. Ketika itu, Liverpool harus berjibaku menekuk Deportivo Alaves  dengan skor 5-4. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak ekstra time 2x15 menit setelah kedua kubu bermain imbang 2-2 di waktu normal.

Bila berhasil merebut gelar Europa League musim 2015/16, Liverpool bakal mengakhiri paceklik di kompetisi Eropa selama lebih dari 1 dekade. Liverpool terakhir juara di kompetisi Eropa musim 2004-05. Ketika itu, Liverpool juara Liga Champions melalui final dramatis kontra AC Milan di Istanbul, Turki.

Ada beberapa hal yang membuat Liverpool bakal sukses. Situs resmi UEFA menyebut ada lima faktor kunci untuk memboyong Piala Liga Europa saat melawan Sevilla. Berikut ulasan lima faktor tersebut:


Inspirasi Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp berselebrasi usai anak buahnya mencetak gol kegawang Villarreal pada leg kedua liga Europa di stadion Anfield, Liverpool, Inggris, (5/6). Liverpool menang atas Villarreal dengan skor 3-0. (Reuters/Lee Smith)

Jurgen Klopp mengubah suasana dan pemain yang dimilikinya di Liverpool kendati ia hanya mewarisi skuat dari pelatih terdahulu Brendan Rodgers.

Klopp mengoptimalkan penampilan Adam Lallana yang bersinar saat melawan Manchester United dan semi-final leg kedua melawan Villarreal.

Dejan Lovren yang pernah bermain bersama Lallana di Southampton juga telah menemukan kembali performa terbaik di bawah arahan pria Jerman. Lovren tampil luar biasa saat Liverpool clean sheet di leg kedua melawan The Yellow Submarine.


Taktik

Para pemain Liverpool merayakan gol ke gawang Villarreal pada leg kedua semifinal Liga Europa di Anfield, Liverpool, Kamis (5/5/2016). (AFP/Lluis Gene)

Villarreal tersingkir dari Liga Europa akibat tidak mampu meladeni permainan intensitas tinggi yang dilancarkan Liverpool. Namun lawan Liverpool di final adalah Sevilla yang lebih berpengalaman dari Villarreal di kancah Eropa.

Jika Liverpool kembali bermain ganas maka menarik untuk melihat bagaimana taktik Unai Emery agar Sevilla bisa bertahan.

Klopp menerapkan taktik sepak bola menyerang yang berkaca pada kesuksesan klub-klub asal Inggris di kejuaraan Eropa yang menerapkan sepak bola cepat yang juga menarik untuk ditonton.

Lanjut Baca:

Emre Can yang pulih dari cedera menjelang leg kedua melawan Villarreal adalah dorongan luar biasa untuk Liverpool.Emre Can tidak mengambil jatah libur dengan berlatih tujuh hingga delapan jam sehari demi memulihkan kebugarannya agar bisa tampil pada semifinal Liga Europa.Klopp membutuhkan kekuatan Emre Can yang bisa bermain di banyak posisi bertahan terutama untuk menggagalkan serangan balik yang dilancarkan tim lawan. Pemain asal Jerman ini juga bisa menjadi penggerak serangan Liverpool dari lini pertahanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya