Duel Antarlini PBFC Vs Persib Bandung

Pusamania dan Persib sama-sama membidik tiga angka setelah bermain imbang di pertandingan pertama.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Mei 2016, 11:50 WIB
Pusamania Borneo vs Persib Bandung (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Duel pemain berlabel tim nasional Indonesia bakal tersaji di laga Pusamania Borneo FC melawan Persib Bandung pada lanjutan putaran kedua Torabika Soccer Championship 2016 Presented by IM3 Ooredoo di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/6/2016). Kedua kesebelasan sama-sama menggunakan jasa pemain timnas Indonesia untuk mengarungi TSC 2016.

PBFC memiliki empat pemain berstatus timnas Indonesia. Mereka adalah Dian Agus Prastyo, Ponaryo Astaman, Diego Michels dan Zulkifli Syukur. Sedangkan, Persib tercatat memiliki enam pemain yang pernah membela timnas Merah Putih, yakni I Made Wirawan, Tony Sucipto, Muhammad Taufiq, Hariono, Samsul Arif dan Yandi Sofyan.

Materi pemain mentereng yang dimiliki kedua tim menjadi garansi bahwa laga bakal berlangsung seru. Apalagi, keduanya juga sama-sama membidik tiga angka setelah bermain imbang di pertandingan pertama.

Diketahui, PBFC ditahan imbang 1-1 oleh Bali United. Sementara, Maung Bandung bermain imbang 1-1 kontra Sriwijaya FC.

Terkait itu, Liputan6.com mencoba mengulas duel antarlini yang bakal terjadi di pertandingan seru antara PBFC vs Persib:


Dian Agus Prastyo vs I Made Wirawan

Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan memiliki catatan statistik yang impresif walau gagal membawa Maung Bandung meraih gelar Torabika Bhayangkara Cup 2016. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Kedua kiper yang bakal bersaing sama-sama pernah menjadi andalan di timnas Indonesia. Kualitas yang dimiliki Dian Agus juga tak kalah jauh ketimbang Made Wirawan.

Ya, Dian yang saat ini berusia 30 tahun tercatat gemar bergonta-ganti klub di Indonesia. Menariknya, nyaris semua klub adalah tim besar dan terbaik di Indonesia. Kiper yang memiliki tinggi 185 cm ini pernah merasakan mengawal gawang Arema Cronus, Barito Putra, Mitra Kukar hingga Sriwijaya.

Dian merupakan penjaga gawang yang sangat matang. Ketenangannya setiap bertanding selalu menjadi kunci mengapa dia sangat sulit untuk dibobol.

Tak hanya itu, Dian juga memiliki reflek yang cepat saat menghalau tembakan lawan. Namun, yang terpenting dari semuanya, Dian sangat piawai memotong bola silang yang biasanya kerap menjadi kelemahan kiper di Indonesia.

Beralih ke I Made Wirawan, kualitas kiper asal Bali ini sudah tidak usah diragukan lagi. Kiper yang besar bersama Persiba Balikpapan ini selalu menjadi pilihan utama pelatih-pelatih yang menangani Maung Bandung.

Saat masih ditangani Djadjang Nurdjaman, posisi Made Wirawan tidak tergantikan. Kebolehannya di bawah mistar gawang menjadi faktor utama Persib mampu menjuarai ISL 2014.

Kini setelah mengalami pergantian pelatih dari Djadjang ke Dejan Antonic, Made Wirawan tetap tidak tergantikan. Kiper yang juga pesaing utama Kurnia Meiga di timnas Indonesia ini juga sukes tampil apik dengan menghalau berbagai serangan ketika Persib imbang kontra Sriwijaya FC pada laga pertama.

Lanjut Baca:

Zulkifli dan Tony bakal unjuk kebolehan di laga PBFC vs Persib. Dua pemain ini merupakan salah satu yang terbaik di posisi bek sayap.Zulkifli merupakan rekrutan anyar PBFC yang didatangkan dari Mitra Kukar. Dia adalah pemain yang berposisi sebagai bek kanan.Tugas bek sayap adalah memotong serangan lawan dan mematikan pergerakan pemain sayap lawan. Tapi dalam situasi tertentu, posisi ini juga merupakan senjata untuk menyerang lewat umpan silang maupun tusukan ke kotak penalti.Zulkifli adalah tipe pemain yang memiliki dua kemampuan itu. Selain sangat disiplin dalam bertahan, mantan bek Arema Cronus ini juga sering membantu serangan.Karenanya sering terlihat Zulkifli kerap berada di sektor pertahanan lawan ketimbang di daerahnya. Kemampuan ini sangat menguntungkan bagi PBFC, mengingat Zulkifli juga memiliki kemampuan mengirimkan umpan silang yang ciamik ke kotak penalti. Tak hanya itu, Zulkifli juga memiliki kelebihan lain, yakni eksekusi tendangan bebas yang aduhai.Berbeda dengan Zulkifli, Tony adalah tipe bek sayap yang lebih cenderung konsentrasi bertahan. Meski juga tak menutup kemungkinan, eks-bek Sriwijaya ini maju hingga ke depan untuk mengirim umpan silang kepada striker Maung Bandung.Namun, jika dibandingkan dengan Zulkifli, Tony tampak lebih disiplin. Sulit sekali melewati penjagaan dari Tony bagi pemain-pemain sayap lawan.Kemampuannya inilah yang membuat Tony sulit sekali disingkirkan dari skuat utama Persib. Bahkan, Jajang Sukmara yang juga merupakan bek sayap hebat lebih sering duduk dibangku cadangan karena kalah saing dengan Tony.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya