Dirut AP II: Bandara Soetta Siap Saingi Changi Singapura

Demi membenahi fasilitas Bandara Soetta, PT Angkasa Pura II menempuh berbagai upaya terobosan.

oleh Zulfi Suhendra diperbarui 29 Apr 2016, 23:02 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi

Liputan6.com, Jakarta - Lompatan besar bakal ditempuh PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandar Udara Soekarno-Hatta atau Soetta, Tangerang, Banten, untuk meningkatkan pelayanan. Satu di antaranya dengan menuntaskan pembangunan Terminal 3 Ultimate.

Tak main-main memang, terminal canggih ini nantinya diharapkan bisa menjadi pesaing utama Bandara Changi, Singapura. Dengan adanya Terminal 3 Ultimate, Bandara Soetta tak hanya menjadi destinasi, tapi juga sebagai transit airport.

"Kami harapkan bandara ini bisa membuat bandara transit katakanlah dari Frankfurt, Jakarta ke Sydney. Atau dari Asia atau dari Korea, Jakarta," ucap Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Budi, pengembangan Terminal 3 Ultimate dapat meningkatkan kapasitas Bandara Soekarno-Hatta menjadi 60-65 juta penumpang per tahun. Sementara kapasitas Terminal 3 bisa menampung 25 juta penumpang.

Bukan hanya itu, Budi menyebutkan pula fasilitas lain yang akan melengkapi adanya bandara internasional ini adalah kereta bandara. Kereta ini bakal melayani perjalanan rute timur, dan rute barat. Sementara di kompleks bandaranya bakal dibuat kereta antarterminal.

Dengan demikian, bos Angkasa Pura II tersebut berharap, semua penumpang yang di Bandara Soekarno-Hatta bisa tersenyum. "Filosofinya sederhana, yaitu smile airport."

"Oleh karenanya, Terminal 3 (diharapkan) menjadi suatu lompatan bagi Angkasa Pura, lompatan bagi dunia penerbangan Indonesia, bahwasanya kita punya suatu bandara yang sangat membanggakan," ujar Budi.

Simak selengkapnya wawancara khusus dengan Dirut Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi yang dipandu Nurul Cinta berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya