Banjir Masih Kepung Perumahan di Jatiasih Bekasi

Ada tiga RW yang terendam banjir di Perumahan Pondok Gede Permai dan yang paling parah di RW 08.

oleh Thariq Gibran diperbarui 22 Apr 2016, 12:55 WIB
Banjir di Jatiasih, Bekasi (Liputan6.com/ Thariq Gibran)

Liputan6.com, Bekasi - Banjir kembali merendam Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat setelah sempat surut pada Kamis malam tadi. Air yang sebelumnya surut hingga 1,5 meter kini meningkat menjadi 2,5 meter. Warga yang sebelumnya bertahan di lantai dua akhirnya memilih untuk mengungsi.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, jebolnya tanggul Kali Bekasi membuat Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih, Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), serta Perumahan Vila Nusa Indah, dan Perumahan Villa Jatirasa terendam.

Banjir akibat luapan Kali Bekasi ini paling parah menerjang Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) di Kecamatan Jatiasih. Banjir di wilayah itu pada Kamis 21 April kemarin mencapai 4 meter. Penyebab banjir yang menerjang hingga ke plafon rumah warga ini, karena tanggul di RW 10 permukiman setempat jebol.

Warga PGP mulai mengungsi di posko yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Bahkan, beberapa warga langsung dievakuasi menggunakan perahu karet.

"Hingga kini, petugas tim SAR gabungan dari unsur BPBD, Kepolisian serta TNI  masih terus mengevakuasi warga, namun masih ada yang bertahan di dalam rumah," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji Astuti kepada Liputan 6.com, Jumat (22/4/2016) siang.

Puji menjelaskan, air mulai menggenangi Perumahan PGP sejak Kamis pagi kemarin. Permukaan air terus meninggi saat jumlah debit air Kali Bekasi yang ada di belakang permukiman menjebol tanggul.

"Pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 air sempat surut hingga 1,5 meter, namun pada Jumat dini hari air kembali meningkat hingga mencapai 2,5 meter," kata Puji.

Banjir di Jatiasih, Bekasi (Liputan6.com/ Thariq Gibran)

David (35), warga perum Pondok Gede Permai menuturkan, bencana kali ini merupakan banjir terparah sejak 2000 lalu, karena merendam permukiman PGP dengan ketinggian air hingga empat meter. Lantaran rumahnya terendam banjir, David berencana mengungsi di rumah kerabatnya.

"Ada tiga RW yang terendam banjir di perumahan PGP, dan yang paling parah di RW 08," ujar David.

Wilayah RW 10 merupakan wilayah paling tinggi dibanding dua RW lainnya, yaitu RW 08 dan RW 09. Namun ketinggian air di jalan RW 10 sudah mencapai dua meter lebih. Wilayah PGP menjadi lokasi terparah banjir, lokasinya berada pada titik pertemuan Kali Cikeas dan Cileungsi menuju aliran Kali Bekasi.

Selain PGP, Perumahan Pondok Mitra Lestari di Kecamatan Jatiasih, juga terendam banjir setinggi 70 cm. Air kiriman Bogor, mulai naik dari pukul 09.00 WIB.

"Sekarang ketinggian air di jalan perumahan sudah mencapai betis orang dewasa," ujar Zaenal salah satu warga Perum Pondok Mitra Lestari.

Zaenal menjelaskan, banjir ini disebabkan adanya limpasan air dari Kali Bekasi yang ada di belakang permukimannya. Tak hanya itu, tempat tinggalnya juga berada di dataran rendah, sehingga rentan diterjang banjir bila ada kiriman air dari Bogor.

"Hampir setiap hujan, selalu diterjang banjir," kata dia.

Kondisi sama juga terjadi di Perumahan Villa Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Menurut Dedi, banjir di perumahannya mencapai dua meter lebih, sehingga warga berusaha menyelamatkan diri dari luapan air tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya