Motif Agus Gelap Mata Habisi Nyawa dan Mutilasi Wanita Hamil

Agus tersinggung dengan ucapan kasar Nuri yang terus menuntut kejelasan status hubungan mereka.

oleh Audrey Santoso diperbarui 21 Apr 2016, 14:02 WIB
Kusmayadi alias Agus diduga pemutilasi wanita hamil di Tangerang

Liputan6.com, Jakarta - Jajaran Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya menangkap Agus alias Kusmayadi alias Petrus (31), pemutilasi wanita hamil di Tangerang, Nur Astiyah (34). Diduga motif sakit hati jadi pemicu Agus habisi nyawa Nuri, sapaan Nur.

Keduanya mulai tinggal satu rumah sejak Agustus 2015 di Jalan Haji Malik, dekat Pasar Cikupa, tepatnya di Kampung Telaga Sari, RT 12 RW 01.

Sebulan hidup bersama, Nuri rupanya sudah berbadan dua. Dia mengandung anak kekasihnya, Agus. Sejak saat itu, cekcok antara keduanya kerap terjadi.


Nuri menuntut kejelasan status hubungan kepada Agus. Juga jatah uang selama mereka hidup satu atap.

Puncaknya adalah di pekan kedua April. Agus mulai terpikir untuk menghabisi nyawa Nuri. Dia bertanya pada dua anak buahnya di Rumah Makan Gumarang terkait rencana pembunuhan.

KombesPol Krishna Murti menyebarkan wajah pelaku mutilasi di Tangerang lewat Facebooknya. Cari ramai-ramai, yuk!


Pada 10 April 2016, sekitar pukul 08.00 WIB, Agus membeli dua bungkus nasi untuk makan bersama. Sebelum menyantap nasi, Nuri kembali bertanya rencana Agus untuk melamar Nuri ke rumah orangtuanya di Banten.

"Tersangka jawab sabar dulu, tidak bisa buru-buru pulang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Keributan pecah kembali pada pukul 10.00 WIB. Sampai akhirnya korban mendorong badan Agus hingga tersungkur. Nuri pun lepas kendali dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada Agus.

"Karena merasa tidak dihargai, tersangka khilaf dan langsung membanting dan memiting korban dengan sangat kuat," beber Krishna.

Nuri tidak berdaya sampai akhirnya tewas di tangan sang kekasih. Agus pun meninggalkan Nuri dan menuju ke Rumah Makan Gumarang menemui anak buahnya, Eri.

Malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, terbersit dipikirannya untuk menghilangkan jejak Nuri. Mutilasi.

Malam hari itu juga dia kembali meminta bantuan Eri untuk membuang potongan tubuh korban.

"Saat di jalan Eri sempat bertanya 'ini apa, kenapa berat sekali?' Tersangka menjawab, 'Itu salah satunya," tutur Krishna menirukan percakapan keduanya.

Agus ditangkap di Rumah Makan Salero Bundo, Jalan Masrip No 9-11, Karang Tilang, Surabaya, Rabu 20 April 2016, Sekitar pukul 10.00 WIB. Operasi penangkapan dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti.

Saat ini Agus, pemutilasi Nuri, dalam perjalanan dari Surabaya untuk dibawa ke Jakarta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya