18-4-1955: Isi Otak Albert Einstein Terungkap Setelah Meninggal

Setelah meninggal, otak Einstein diambil untuk diteliti oleh tim ilmuwan Kanada. Hasilnya begitu mencengangkan.

oleh Rasheed Gunawan diperbarui 18 Apr 2016, 08:31 WIB
Pria bernama Benny Wasserman (tengah) berdiri dengan ratusan orang berpakaian Albert Einstein untuk memecahkan rekor dunia Guinness dalam peraga Einstein terbanyak di Los Angeles, California ,Amerika, 27 Juni 2015. (REUTERS/Lucy Nicholson)

Liputan6.com, Jakarta - 18 April 1955, fisikawan Albert Einstein menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Pencetus Teori Relativitas itu meninggal dunia pada usia 76 tahun setelah dirawat selama tiga hari karena komplikasi penyakit.

Dalam tahun-tahun terakhir sebelum meninggal, Einstein mengasingkan diri dan menghabiskan waktunya seorang diri di rumahnya, meski ketika itu ia masih tercatat sebagai Guru Besar di Institute for Advanced Study di Princeton University.

Presiden Amerika Serikat kala itu, Dwight Eisenhower menyatakan rasa duka citanya atas kepergian ilmuwan paling tenar abad itu. "Tak ada ilmuwan lain yang kontribusinya begitu besar seperti Einstein. Kekuatan, kebijakan dan pengetahuannya sungguh patut diapresiasi," ujar dia, seperti dimuat BBC on This Day.

Setelah meninggal, otak Einstein diambil untuk diteliti oleh tim ilmuwan Kanada. Hasilnya begitu mencengangkan. Tim peneliti menyatakan otak Einstein begitu kuat di bidang matematika dan kapasitas otaknya lebih besar 15% dari kapasitas rata-rata manusia pada umumnya.

 

Albert Einstein lahir pada 14 Maret 1879, dari keluarga Yahudi yang tinggal di Ulm, Wurttenburg, Jerman. Einstein dan keluarga kemudian pindah ke Munich. Einstein kecil mulai mengenyam pendidikannya di Luitpold Gymnasium, Munich.

Semasa belajar, Einstein sampat dikeluarkan pihak sekolah karena dianggap melakukan hal aneh dan tidak wajar seperti anak-anak pada umumnya. Namun dia selalu juara di bidang Matematika.

Para tahun 1896, Einstein melanjutkan pendidikan di Swiss Federal Polytechnic School until mendalami ilmu Pengajaran Matematika dan Fisika. Di saat yang bersamaan, ia juga bekerja sebagai asisten teknisi di Swiss Patent Office.

Selama bekerja di tempat tersebut, Einstein mendapat pencerahan terkait fenomena alam yang ia amati, hingga menelurkan Teori Relativitas tentang kesetaraan energi dan massa benda, E=MC2 (kuadrat), pada tahun 1905.

Pada 1911, ia diangkat sebagai Profesor Fisika Teoritis di Praha, namun tak lama kemudian kembali lagi ke Zurich. Pada 1921, ia dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian.

Pada masa pemerintahan Nazi, Einstein yang merupakan seorang Yahudi memutuskan untuk menetap di Amerika Serikat, demi menghindari kejaran pasukan Adolf Hitler. 

Di tahun 1952, Einstein pernah ditawari untuk menjadi Presiden Israel. Namun tawaran itu ia tolak, karena merasa dirinya terlalu naif di bidang politik. Dia berkomentar, "Rumus fisika dan matematika lebih menarik buatku daripada politik dan menjadi presiden. Politik adalah kehidupan sekarang dan jangka pendek, sedangkan rumus adalah sesuatu yang abadi."

Pada masa tuanya, keterkenalan Einstein melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam bahasa populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dénia. Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century)

Pada tahun 1999, Einstein dinamakan 'Tokoh Abad In' oleh majalah TIME.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya