Geger Kuil Pemujaan Iblis Lucifer di Kolombia

Seorang pria membuat heboh warga karena mendirikan sebuah bangunan yang diduga sebagai tempat pemujaan setan.

oleh Citra Dewi diperbarui 10 Apr 2016, 19:51 WIB
Bangunan yang diduga sebagai tempat pemujaan setan bernama Luciferian Seeds of Light Temple di Kolombia (Foto: Facebook Holmes Pasiminio).

Liputan6.com, Quindío - Kolombia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik, digegerkan dengan dibukanya sebuah bangunan yang diduga digunakan untuk kegiatan satanisme--penyembahan setan.

Seperti dikutip dari latinpost.com, Minggu (10/4/2016), bangunan yang bernama Luciferian Seeds of Light Temple tersebut diakui secara hukum oleh Pemerintah Kolombia.

Walaupun keberadaannya legal, namun pihak berwenang terus mengawasi aktivitas yang dilakukan di tempat yang berlokasi di Quindío, Montenegro, Kolombia tersebut.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Quindío, Carlos Eduardo Osorio, dan Uskup Agung Pablo Emiro Salas, salib terbalik yang merupakan simbol dari satanisme merupakan hal yang dilarang menurut perundang-undangan nasional.

Namun pendiri bangunan tersebut, Victor Damian Razo alis Hector Londoño Villegas, bersikeras bahwa ia tak melakukan praktik satanisme.

Ketika diwawancara oleh majalah Kolombia, Semana, Rozo menjelaskan bahwa yang disembahnya adalah Lucifer, yaitu malaikat yang dikeluarkan dari surga dan bukan merupakan setan.

Namun sebuah media lokal, Crónica del Quindío, mengklaim Rozo sebagai pembohong. Seperti yang dilansir oleh latincorrespondent.com, di dalam bangunannya terdapat beberapa simbol yang berkaitan dengan satanisme, seperti salib terbalik dan Baphomet.

Pendiri Luciferian Seeds of Light Temple, Victor Damian Razo (Foto: Facebook Holmes Pasiminio).

Rozo juga memaparkan bahwa dalam mendirikan bangunan tersebut, ia menghabiskan dana sekitar $200.000 atau sekitar Rp 2,6 miliar. Uang tersebut ia dapatkan dari sumbangan di seluruh dunia.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, ia menjelaskan bahwa dengan menyembah Lucifer memang merupakan bentuk dari pemberontakan.

"Hal tersebut memang bentuk pemberontakan, tapi kita memiliki kebebasan untuk menemukan kebenaran," ujarnya.

Bangunan yang diduga sebagai tempat pemujaan setan bernama Luciferian Seeds of Light Temple di Kolombia (Foto: Facebook Holmes Pasiminio).

"Kami bukan satanis dan tak menyembah setan. Kami menyembah malaikat bernama Lucifer, yang mulanya dikenal sebagai malaikat cahaya, cinta, dan damai," tambahnya.

Ajaran Rozo itu juga dipertanyakan karena beredar kabar ia menjanjikan kekayaan dan seks bagi para pengikutnya.

Interior Luciferian Seeds of Light Temple di Kolombia (Foto: Facebook Holmes Pasiminio).

"Kita adalah pecinta seks dan nafsu. Ketika berbicara hal tersebut, jelas kita melakukannya dalam kebebasan untuk memilih yang baik atau buruk, ... Dalam batasan perundang-undangan dan menghormati orang lain," jelasnya.

Terlepas dari kontroversi tersebut, terdengar kabar bahwa Rozo akan menjadi tuan rumah sebuah pertemuan jemaah Beelzebub --nama lain setan di dalam Alkitab-- yang diadakan beberapa bulan ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya