Pengamanan Libur Paskah DKI, 4.900 Personel TNI-Polri Bersiaga

Brimob akan dilengkapi rompi antipeluru dan senjata api dalam pengamanan di gereja dan tempat wisata.

oleh Audrey Santoso diperbarui 24 Mar 2016, 18:05 WIB
Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di tol dalam kota, Jakarta, Kamis (24/12/2015). Libur panjang Natal dan tahun baru yang dimulai hari ini membuat lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya terpantau padat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menurunkan 4.900 personel gabungan untuk mengamankan libur panjang akhir pekan dan peringatan wafatnya Isa Almasih. Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto menjelaskan, pengamanan tersebut bersifat rutin setiap tahun dan sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Ada 4.900 personel, dari laporan Pak Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Martuani. Terdiri dari 2.500 personel termasuk jajaran satuan wilayah, 2.400 adalah Kodam," ujar Moechgiyarto usai memimpin Apel Pengamanan Paskah di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/3/2016).

"(Pengamanan) Gereja nanti kita plotting (aparatnya), kemudian sebelum pelaksanaan (ibadah) gereja mungkin kita akan melakukan sterilisasi. Itu kan sudah SOP dalam melakukan pengamanan," sambung dia.

Ia menyampaikan, pengamanan rumah ibadah sesuai SOP perlu ditingkatkan apalagi kelompok teroris baru-baru ini beraksi di Brussels, Belgia. Dikhawatirkan, jaringan teroris yang berada di Indonesia melakukan hal serupa dengan memanfaatkan momentum hari besar umat Nasrani.

"Ditingkatkan kondisi (pengamanan)nya karena ada informasi-informasi yang harus diwaspadai. Apalagi masalah yang kita paham, ada masalah teroris di Brussels. Jangan sampai pengalaman yang terjadi di Sarinah, tiba-tiba duar," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Moechgiyarto mengatakan, untuk pengamanan di gereja dan tempat wisata, Brimob dilengkapi rompi antipeluru dan senjata api. Sementara untuk pengamanan di jalanan, Sabhara akan diperbantukan untuk polisi lalu lintas dan dibekali senjata api.

"Satu contohnya mungkin menggunakan body system. Jadi anggota di lapangan (gereja dan tempat wisata) akan di-backup dengan anggota yang dilengkapi senjata. Jadi mungkin Brimob yang akan mem-backup. Sabhara contohnya akan dilengkapi senjata lengkap untuk mengawasi teman-temannya di lalu lintas," Moechgiyarto menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya