Indonesia Terancam Jadi Penonton di Piala AFF 2016

Saat ini, Indonesia masih terkena sanksi FIFA dan nasibnya ditentukan pada kongres biasa Mei 2016 di Meksiko.

oleh Windi Wicaksono diperbarui 24 Mar 2016, 14:50 WIB
Jelang berlaga melawan Suriah, timnas Indonesia kembali berlatih di Stadion GBK Jakarta, (14/11/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Piala AFF 2016 bakal bergulir mulai November mendatang. Namun, hingga bulan ini sanksi FIFA untuk sepak bola Indonesia belum juga dicabut.

Bila kondisi ini kian berlanjut hingga Mei 2016, Timnas Indonesia terancam menjadi penonton pada turnamen sepak bola antar negara di Asia Tenggara tersebut. Mengapa Mei 2016, karena saat itu FIFA akan menjalani kongres biasa.

Baca Juga

  • Striker Liverpool Serang Jurgen Klopp
  • Fans Napoli 'Meja Hijaukan' Wasit Gara-gara Baik Hati ke Juventus
  • 5 Fakta Menarik Cile Vs Argentina, Balas Dendam Tim Tango

Dalam pernyataannya pada 24 Februari lalu, FIFA menjadwalkan kongres biasa di Meksiko pada Mei 2016. Kongres tersebut juga akan membahas masalah negara-negara anggota FIFA yang masih berstatus terkena sanksi.  

"Terkait anggota yang sedang menjalani sanksi suspensi, Indonesia dan Kuwait, komite eksekutif merekomendasikan, permasalahan kasus mereka akan dibahas dalam kongres biasa di Meksiko pada Mei nanti," tulis pernyataan FIFA di Zurich, Swiss, Rabu (24/2/2016).

Foto dok. Liputan6.com


Bila dalam kongres tersebut sanksi untuk Indonesia tidak dicabut, maka Tim Garuda bakal absen di Piala AFF 2016. Pada turnamen tahun ini, AFF secara resmi telah menunjuk Filipina dan Myanmar sebagai tuan rumah.

Format putaran final Piala AFF hanya akan mengikutsertakan delapan tim. Dua tim melaju ke putaran final melalui fase kualifikasi, sedangkan enam tim lainnya otomatis lolos, termasuk tuan rumah Filipina dan Myanmar.

Dengan status tengah disanksi FIFA, sebagian besar media di Asia Tenggara tidak menyebut Indonesia sebagai peserta di Piala AFF 2016. Jika tanpa Indonesia, berarti enam tim yang sudah lolos ke putaran final  yakni, Filipina dan Myanmar (tuan rumah), Thailand (juara Piala AFF 2014), Malaysia (runner up Piala AFF 2014, Singapura, serta Vietnam.

Foto dok. Liputan6.com


Sementara itu, empat negara akan ambil bagian dalam babak kualifikasi Piala AFF 2016 yang berlangsung di Kamboja. Selain Kamboja, Laos, Timor Leste, dan Brunei Darussalam harus memperebutkan dua tiket ke putaran final Piala AFF 2016 pada 13-22 Oktober 2016.  

Undian pembagian grup Piala AFF 2016 sendiri rencananya akan berlangsung pada 2 atau 3 Agustus 2016. Acara pengundian itu bakal digelar di Yangon, Myanmar. Dalam pengundian tersebut juga sudah bisa dipastikan apakah Indonesia akan berkiprah di turnamen dua tahunan tersebut.

Foto dok. Liputan6.com


Sepak bola Indonesia mendapat sanksi dari FIFA sejak 30 Mei 2015. Sanksi itu diberikan FIFA menyusul intervensi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang mengeluarkan surat keputusan pembekuan kepada PSSI.

Situasi sepak bola Indonesia belum juga kondusif. Ketika negara-negara Asia Tenggara sudah menjalani pertandingan di berbagai ajang untuk pemanasan Piala AFF 2016 seperti kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia, Timnas Indonesia sudah hampir satu tahun tidak bisa ambil bagian dalam laga internasional.

Foto dok. Liputan6.com


Tentu saja kondisi ini bakal sangat berpengaruh kepada Timnas Indonesia. Bahkan, Timnas Indonesia kini tidak punya pelatih, setelah Pieter Huistra, yang terakhir berada di jabatan itu memutuskan mundur karena konflik sepak bola Indonesia karena intervensi pemerintah.

Kompetisi sepak bola di Indonesia juga sudah absen selama setahun, yang ada hanya turnamen yang silih berganti digelar. Rasanya kurang masuk akal bila Timnas Indonesia bisa tampil di Piala AFF, lalu ditargetkan menjadi juara, sementara situasi sepak bola Indonesia masih belum jelas. Jadi, bukan tidak mungkin Indonesia hanya jadi penonton ketika negara-negara Asia Tenggara lainnya berkiprah di Piala AFF 2016.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya