Laut Natuna Memanas, Jet Tempur Mondar-mandir di Langit Jambi

Penampakan hilir mudik pesawat tempur di langit Jambi sudah terjadi dua hari terakhir.

oleh Bangun Santoso diperbarui 23 Mar 2016, 15:03 WIB
Mengenal lebih dekat Super Tucano, pesawat tempur TNI AU yang jatuh di Malang.

Liputan6.com, Jambi - Warga di Kota Kualatungkal, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sejak dua hari terakhir dikagetkan dengan kemunculan pesawat yang terbang rendah di daerah itu. Warga melihat dengan jelas jenis pesawat yang melintas mirip jet tempur, bukan pesawat komersial biasa.

"Iya mirip jet macam di film-film. Terbangnya rendah, suaranya keras menderu-deru dan sudah dua hari ini sejak Selasa kemarin," ujar Bujang, warga Kota Kualatungkal, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (23/3/2016).

Menurut Bujang, kemunculan pesawat tersebut dalam dua hari ini bukan sekali dua kali saja. Ia bahkan sudah melihat sampai tiga kali pesawat melintas. "Tidak tahu ada apa, terbangnya rendah menyisir di atas laut. Jelas terlihat," kata Bujang.

Ani, salah seorang warga lainnya, mengatakan selama ia tinggal di Tungkal, ia belum pernah melihat pesawat layaknya jet melintas di daerahnya itu.

"Paling-paling helikopter atau pesawat biasa, terbangnya juga tinggi," ucap dia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang di Jambi terkait pesawat yang mondar-mandir di Kualatungkal itu. Kabupaten Tanjabbar merupakan wilayah di pesisir timur Jambi yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Sebelumnya, Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru, Riau, Marsma Hendri Alfiandri, mengatakan seluruh pesawat tempur yang ada di Lanud RSN disiagakan menyikapi gesekan di Laut China Selatan yang berbatasan langsung dengan Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Hendri, pihaknya 100 persen siap mengawal kedaulatan NKRI apabila Tiongkok benar-benar mengerahkan pesawat tempur.

"Kita pasti mendapatkan perintah ke sana untuk mengamankan dan siaga 100 persen," ujar Hendri di Pekanbaru, Selasa (22/3/2016).

Hendri menyatakan semua pesawat di Lanud Roemin, baik Hawk ataupun F-16, mampu mencapai kawasan perbatasan laut di Natuna. Lanud Roesmin mempunyai tiga skuadron udara. Satu di antaranya skuadron teknik dengan kekuatan pesawat Hawk dan F-16.

Pihaknya juga tengah memetakan kawasan dengan mengawasi kawasan perbatasan secara rutin. Pesawat, ujar Hendri, sudah mondar-mandir hingga ke perbatasan Selat Malaka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya